Pertamina Bangun 500 Ribu Jaringan Gas Rumah Tangga di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Pertamina) fokus membangun jaringan gas rumah tangga di 2021. Langkah ini dijalankan agar terjadi penurunan penggunaan LPG dan impor. Targetnya, jaringan gas yang dibangun di 2021 mencapai 500 ribu untuk semua rumah tangga di 24 kota.

"Untuk gas dan LNG, kita fokus ke jaringan gas agar bisa menurunkan penggunaan PLG dan impor," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR-RI, Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Dari 500 ribu jaringan gas yang dibangun, hanya 130 ribu jaringan rumah tangga yang menggunakan APBN. Sedangkan sisanya sebanyak 369 ribu merupakan jaringan gas mandiri.

"Dari APBN sebanyak 130 ribu sambungan rumah tangga dan non APBN sisanya yaitu 369 ribu sambungan rumah tangga," kata Nicke.

Pembangunan jaringan gas ini akan dilakukan oleh sub holding PGN dan Pertagas bersama timnya. Selain itu, Pertamina tahu ini sedang membangun 4 terminal LPG di Indonesia Timur.

"Kita sedang membangun 4 terminal LPG yang dapat diselesaikan tahun ini di Indonesia Timur," kata Nicke.

Sehingga untuk BBM, Pertamina memiliki 14 tangki yang dibangun. Sebanyak 12 diantaranya sudah selesai. Sisanya, 2 tangki lagi akan selesai di tahun ini.

"Yang 2 tangki ini kita selesaikan tahun ini di Waingapu dan Maumere," kata dia.

Dengan begitu, kata Nicke infrastruktur BBM dan LPG di Indonesia Timur bisa selesai di tahun 2021. "Kita percepat penyelesaiannya untuk segera dipakai di Indonesia Timur," kata Nicke mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

135 Ribu Jaringan Gas Rumah Tangga Terpasang di 2020

Petugas mengecek instalasi pipa metering regulating station PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di PT Lion Metal Works di Jakarta, (28/10/2015). PGN berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor Industri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas mengecek instalasi pipa metering regulating station PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di PT Lion Metal Works di Jakarta, (28/10/2015). PGN berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi di sektor Industri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, 135.286 jarigan gas kota (jargas) terbangun sepanjang 2020. Adapun total sampai 2020, sudah ada 673 ribu sambungan gas rumah tangga.

Pembangunan infrastruktur jaringan gas tersebut dilakukan di 23 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. "Tahun 2020 ada 135 ribu sambungan gas rumah tangga," kata Menteri ESDM, Arifin T, Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Program sambungan gas rumah tangga ini dinilai lebih praktis, bersih dan aman dibandingkan dengan penggunaan tabung LPG 3 kilogram.

Arifin mengatakan pada tahun 2021 ditargetkan akan ada 120.776 sambungan gas ke rumah tangga. Sehingga pada akhir tahun nanti akan ada 794 ribu sambungan rumah jaringan gas.

Sementara itu, realisasi lifting minyak dan gas bumi tahun 2020 sebesar 1.682 mboepd atau 99,1 persen dari yang ditargetkan yaitu 1.697 mboepd.

"Lifting migas tahun 2020 mencapai 1.682 mboepd atau 99,1 persen dari yang ditargetkan," kata Arifin.

Capain ini terdiri dari lifting minyak bumi sebesar 705 mbopd dari target 707 mbopd. Sedangkan lifting gas sebesar 992 mboepd dari target 975 mboepd. Arifin menargetkan tahun 2021 lifting minyak bumi dan gas sebesar 1.712 mboepd.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: