Pertamina Bangun Storage BBM di Kawasan Pelabuhan Patimban

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka mendukung aksesibilitas energi untuk Proyek Strategis Nasional, Pelabuhan Patimban yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada hari Minggu (20/12), PT Pertamina (Persero) menyiapkan pembangunan Storage Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kawasan Pelabuhan Patimban.

Pada acara peresmian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan Pertamina telah berperan untuk memenuhi kebutuhan energi di Pelabuhan Patimban dan sekitarnya dengan membangun storage BBM.

"Pertamina akan melakukan pembangunan dukungan energi bagi Pelabuhan Patimban dansekitarnya. Pelabuhan Patimban yang akan terkondisi dengan jalan tol dan jalan kereta api inidiharapkan dapat meningkatkan potensi pembangunan 10 kawasan industri di sepanjang koridorutara Jawa. Sehingga perekonomian meningkat dan memberikan manfaat yang luas padamasyarakat,” kata Budi Karya Sumadi di hadapan Presiden Joko Widodo.

Menjelaskan lebih lanjut, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan bahwa dalam upaya mencapai ketahanan energi nasional, Pertamina terus memastikan aksesibilitasenergi dapat terlaksana dengan baik di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah perkotaan hinggawilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Hal ini termasuk juga mendukung aksesibilitasenergi untuk Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Patimban.

“Pembangunan Storage BBM ini akan memberikan kemudahan dalam rangka mendukungseluruh aktivitas kendaraan, kapal, dan sarana operasi di Pelabuhan Patimban yang sudah mulaiberoperasi. Melalui perhitungan yang sudah kami lakukan, Storage BBM ini juga akan jauh lebihefektif dalam melakukan pelayanan, melengkapi fasilitas yang sudah ada saat ini. Secara jangkapanjang, ini adalah investasi yang baik bagi Pertamina dan bagi seluruh pelanggannya,” jelasNicke Widyawati.

Menurut Nicke, pembangunan Storage BBM ini cukup strategis karena Pertamina selakuBUMN, menciptakan kehadiran negara untuk melayani kebutuhan operasi pelabuhan.

Storage BBM ini pun akan memberikan aksesibilitas yang lebih dekat dan mudah dalam pelayanansecara langsung di Pelabuhan Patimban. Saat ini, daerah sekitar Pelabuhan Patimbanmendapatkan distribusi BBM melalui Storage di Tanjung Priok dan Balongan yang relatif lebihjauh.

"Selain memberikan dukungan energi dan memastikan pelayanan maksimal di Pelabuhan Patimban sebagai bentuk menjaga ketahanan energi nasional, harapan kami pergerakan aktifitas di Pelabuhan Patimban dan sekitarnya ini juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonominasional,” tutup Nicke.

Kemenkop UKM Gandeng Pertamina Salurkan BBM Nonsubsidi untuk UMKM

Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Pertamina (Persero) terkait Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

“Kerjasama ini diharapkan bisa mendorong UMKM naik kelas,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam penandatangan Nota Kesepahaman dengan Pertamina, Senin (21/12/2020).

MenkopUKM, menjelaskan dari 123 ribu koperasi sudah diteliti oleh tim Kementerian Koperasi dan UKM yakni sekitar 86,6 persen itu memang potensial untuk ikut dalam Kerjasama dengan Pertamina.

“Saya kira ini bisa juga untuk mencapai target one village one Pertashop ini, saya kira akan sangat membantu energi sangat penting kaitannya dengan produktivitas di UMKM,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pertashop (Pertamina Shop) adalah lembaga penyalur Pertamina skala kecil yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan produk Pertamina Ritel lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Lanjut Teten, sesuai arahan dari Presiden Kementerian Koperasi dan UKM diarahkan untuk mengembangkan sektor produksi, salah satunya koperasi-koperasi nelayan yang akan menjadi prioritas.

“Tentu para nelayan ini membutuhkan BBM non subsidi yang menurut saya sekarang sudah dilakukan oleh Pertamina dan mungkin ini kita bisa Kerjasama. Saya kira ada lebih dari 1973 koperasi nelayan yang bisa kita upayakan untuk ikut berpartisipasi menjadi distributor sekaligus mereka mengkonsumsi sendiri BBM,” ujarnya.

Menurutnya sektor pangan mulai dari pertanian, peternakan, dan perikanan memang menjadi prioritas Kementerian Koperasi dan UKM. Oleh karena itu Kerjasama ini perlu didukung juga oleh seluruh dinas koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia supaya Kerjasama ini bisa berjalan dengan baik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: