Pertamina Bina Medika IHC klarifikasi info vaksinasi RS Pelni

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

PT Pertamina Bina Medika IHC mengklarifikasi atas beredarnya informasi yang berkaitan dengan vaksinasi COVID-19 yang dikaitkan dengan Rumah Sakit Pelni.

Manajemen Pertamina Bina Medika IHC selaku holding RS BUMN yang menaungi RS Pelni, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa informasi yang beredar mengenai layanan vaksinasi COVID-19 RS Pelni adalah informasi yang dikeluarkan RS Pelni pada Selasa (2/2).

"Namun dapat kami sampaikan bahwa RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin. Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut kami memutuskan untuk menarik informasi tersebut," katanya.

Lebih lanjut manajemen Pertamina Bina Medika IHC menjelaskan berkaitan dengan informasi harga yang tercantum, informasi tersebut bukan merupakan informasi resmi karena sampai hari ini, program vaksin yang berjalan adalah program vaksin pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

"Sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, IHC dan Grup RS di bawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin," tutur Manajemen Pertamina Bina Medika IHC.

Seluruh program vaksin adalah di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan dan sampai saat rilis resmi ini diterbitkan belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.

Sebelumnya beredar poster mengenai informasi layanan vaksinasi mandiri, lengkap dengan informasi harga jenis-jenis vaksin COVID-19 dari RS Pelni pada Selasa (2/2).

Kendati demikian hingga saat ini, pemerintah baru melaksanakan vaksinasi gratis bagi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kementerian BUMN dan Pertamedika IHC komitmen sukseskan vaksinasi
Baca juga: Erick: Integrasi RS BUMN tingkatkan fokus bisnis kesehatan
Baca juga: Pertamedika IHC ambil alih saham bersyarat RS BUMN