Pertamina cetak kinerja unggul saat pandemi tahun kedua

·Bacaan 7 menit

PT Pertamina (Persero) tetap mencetak kinerja unggul dan positif di berbagai sektor bisnis minyak dan gas bumi memasuki tahun kedua pandemi COVID-19.



"Dengan semangat Energizing You yang menjadi tagline Pertamina sepanjang tahun 2021 telah memberikan semangat, motivasi, dan spirit yang luar biasa untuk senantiasa memberikan energi positif bagi kemajuan bangsa," kata Vice President Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.



Di tahun kedua pandemi, berbagai milestone berhasil ditorehkan dalam tinta emas perjalanan Pertamina di usianya yang ke-64 tahun. Sebuah usia yang menunjukkan kematangan dan kedewasaan serta penuh dengan kebijaksanaan.



Sejalan dengan transformasi di tubuh Pertamina dan tren transisi energi dunia, pada 2021, Pertamina mengusung Go Sustainable, Go Green, Go Collaborative, Go Digital, Go Productive & Efficient dan Go Global.



Go Sustainable



Konsep Go Sustainable merupakan komitmen Pertamina dalam penerapan aspek Environmental, Social & Governance (ESG) dalam menjalankan bisnisnya dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).



Tahun 2021, Pertamina berhasil menaikkan peringkat ESG secara signifikan menjadi medium risk dengan nilai 28,1 dan menempati posisi 15 dari 251 perusahaan dunia dan percentile ketujuh di antara perusahaan migas global.

Pertamina juga berkomitmen mengelola energi berkelanjutan dengan meningkatkan portfolio energi bersih sebesar 17 persen di tahun 2030 serta mengurangi emisi gas rumah kaca dari 27 persen menjadi 30 persen di tahun 2030.



Pertamina juga terus menyalurkan energi ramah lingkungan ke wilayah pedesaan melalui Pertashop hingga mampu membangun 3.218 outlet sebagai garda penyaluran BBM ramah lingkungan di pedesaan.



Di 2021, Pertamina juga berhasil menuntaskan penugasan Pemerintah dalam BBM Satu Harga di wilayah 3T. Sejak 2017 hingga 2021, Pertamina berhasil membangun 321 BBM Satu Harga yang membuat warga di daerah 3T bisa mengakses energi dengan harga terjangkau.



Di sisi lingkungan hidup, Pertamina berkomitmen mewujudkan keberlanjutan kehidupan flora dan fauna langka melestarikan 87 spesies hewan endemi, konservasi 52 jenis tumbuhan endemik, dan konservasi berbagai jenis mangrove di 28 wilayah operasi Pertamina.



Kini, Pertamina mengimplementasikan persyaratan dari beberapa standard yang berlaku di dunia seperti International Organization for Standardization (ISO) ISO 14001:2015 terkait Environmental Management, ISO 45001:2018, ISO 50001:2018 terkait Social Responsibility, ISO 37001:2016 mengenai Energy Management, ISO 27001:2013 Anti Bribery Management System, ISO 27001:2013 Information Security Management Systems, dan ISO 26000:2010 Social Responsibility.



Go Green



Konsep Go Green merupakan komitmen Pertamina menjalankan program strategis transisi energi untuk mewujudkan energi ramah lingkungan berbasis energi baru terbarukan.



Pertamina telah menetapkan delapan inisiatif energi baru terbarukan untuk mencapai target besar tersebut.



Pertama, meningkatkan kapasitas pembangkit panas bumi dari 672 megawatt pada 2020 menjadi 1.128 megawatt pada 2026.

Kedua, memulai inisiatif pemanfaatan green hydrogen di Indonesia yang akan menggunakan listrik dari lapangan panas bumi Pertamina dengan total potensi 8.600 kilogram hidrogen per hari.

Ketiga, berpartisipasi dalam JV Indonesian battery company dengan memproduksi baterai 140 GWh pada 2029 dan mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik termasuk swapping dan charging business.

Pertamina juga telah melakukan proyek percontohan pembangunan enam Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di enam wilayah di DKI Jakarta dan Tangerang.



Keempat, meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit energi baru terbarukan dari 1,9 megawatt di tahun 2021 menjadi 10 gigawatt pada 2026.

Kelima, melakukan gasifikasi 1.000 kilo tonnes per annum (KTPA) melalui pembangunan pabrik metanol yang rencana on stream pada 2025 serta pengembangan dimetil eter dengan kapasitas 5.200 KTPA.



Keenam, membangun kilang ramah lingkungan yang menghasilkan produk-produk energi hijau berbasis kelapa sawit. Kapasitas produksi Green Diesel D100 ditingkatkan menjadi 3.000 barel per hari di tahun 2022 dan 26.000 barel di tahun 2024.



Ke tujuh, pengembangan bioenergi hingga tahun 2026 terdiri dari biomassa atau biogas sebesar 153 MW, bio blending gasoil & gasoline, minyak mentah nabati dari alga dan etanol 1.000 KTPA dengan target on stream pada 2025.



Ke delapan, menerapkan circular carbon economy di beberapa daerah di antaranya dengan melakukan recycle untuk biomass dan biogas, reduce lewat solar PV, EV, LNG bunkering, serta reuse melalui karbon dioksida untuk EOR dan metanol yang telah berhasil menurunkan emisi karbon 6 juta ton pada 2020.



Sejak pertengahan 2020, Pertamina juga menjalankan Program Langit Biru (PLB) yang berhasil menurunkan emisi karbon 12 juta ton.

Sementara untuk sektor rumah tangga, pada tahun 2021 Pertamina berhasil menyelesaikan 107 ribu sambungan gas rumah tangga di 21 kabupaten/kota. Saat ini, pelanggan gas rumah tangga mencapai 590 ribu pelanggan yang tersebar di 67 kabupaten/kota di 17 provinsi.

Go Collaborative



Konsep Go Collaborative merupakan upaya dan komitmen Pertamina untuk terus berinovasi dan berkolaborasi sebagai lokomotif perekonomian dan industri nasional.

Kolaborasi penyediaan energi dilakukan Pertamina dengan berbagai perusahaan migas global, seperti ExxonMobil untuk Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Pertamina juga menjalin kerja sama dengan Masdar dan ACWA untuk pengembangan pembangkit listrik bersih di wilayah kerja hulu dan kilang.

Pertamina melakukan sinergi BUMN dengan PLN untuk penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur gas alam cair di 56 lokasi. Selain itu, Pertamina bersama PLN dan Pupuk Kujang juga terus meningkatkan keandalan dan penyaluran pasokan gas sebesar 200 BBTUD untuk sektor listrik dan 25 BBTUD untuk sektor pupuk.



Kolaborasi dengan BUMD juga dilakukan Pertamina untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dengan potensi 80.000 sambungan untuk DKI Jakarta dan 31.800 sambungan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.



Sepanjang 2021, Pertamina telah menjalankan 255 proyek dengan penggunaan komponen dalam negeri mencapai 69,6 persen sebagai bentuk dukungan pada pertumbuhan industri dalam negeri.

Di tengah pandemi COVID-19, Pertamina berkolaborasi dengan masyarakat mendukung 250 UMKM untuk go digital dan global melalui Pertamina SMEXPO 2021.

Sepanjang dua tahun ini menjadi garda terdepan membantu masyarakat menghadapi COVID-19 membangun tujuh rumah sakit khusus COVID-19 dengan kapasitas 1.200 tempat tidur serta menyalurkan berbagai bantuan nilai mencapai Rp2,1 triliun.



Go Digital



Konsep Go Digital merupakan upaya digitalisasi di aspek bisnis Pertamina untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan.



Pada 2021, Pertamina telah berhasil membangun dan mengoperasikan Pertamina Integrated Command Center (PICC).

Pusat integrasi big data Pertamina dari hulu ke hilir ini dioperasikan pada 1 September 2021 yang berperan penting dalam memonitor produksi dan pelayanan kepada masyarakat.

Pertamina sukses melakukan digitalisasi di hulu, pengolahan dan hilir. Perseroan telah membangun Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di sektor hulu, sehingga mampu menurunkan potensi kehilangan produksi di Blok Rokan secara signifikan dengan nilai manfaat lebih dari 200 juta dolar AS.



Pertamina juga menjadi perusahaan energi pertama di Asia yang menggunakan teknologi Enhanced Full Tensor Gradiometry (eFTG).

Perseroan berhasil melakukan survei minyak di Cekungan Bintuni dan Salawati, Papua Barat dengan luas area 45 ribu kilometer persegi menggunakan teknologi digital ini.

Digitalisasi di kilang dilakukan melalui program Predictive Maintenance Online (PMO). Sedangkan digitalisasi di hilir dilakukan melalui digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina, sehingga bisa dimonitor secara langsung.

Perseroan juga telah berhasil melakukan digitalisasi dalam pengelolaan perkapalan, sehingga bisa dimonitor secara langsung.



Go Productive & Efficient



Konsep Go Productive & Efficient merupakan upaya Pertamina secara konsisten menjalankan tugas yang diberikan pemerintah dengan baik dan tetap berprestasi.



Di tengah tantangan pandemi, Pertamina terus menjalankan tugas dan amanah pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.



Pada 2021, Pertamina mendapat amanah mengelola Blok Rokan. Amanah ini dijalankan Pertamina dengan meningkatkan produksi dan efisiensi dengan mengebor 118 sumur, sehingga meningkatkan produksi 162 ribu barel per hari.



Capaian ini menyumbang penerimaan negara sebesar Rp2,7 triliun. Pertamina juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan dua kapal tangker raksasa, yakni VLCC Pertamina Pride dan Pertamina Prime dengan kapasitas 2 juta barel.

Pertamina juga terus menuntaskan RDMP dan GRR serta pengembangan petrokimia sebagai salah satu bisnis masa depan perseroan.



Go Global



Konsep Go Global merupakan upaya Pertamina untuk memperluas bisnisnya ke mancanegara dan mendorong anak usahanya untuk meningkatkan daya saing di pasar mancanegara.

Pada 2021, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune Global 500 di urutan 287. Di tengah tantangan, Pertamina meraih tak kurang dari 250 penghargaan dalam skala global maupun nasional.

Di sisi hulu, Pertamina telah melebarkan sayapnya di 13 negara mulai Aljazair hingga Venezuela. Lapangan migas di mancanegara berkontribusi 49,9 juta barel dengan nilai 2,8 miliar dolar AS yang dikirimkan ke Indonesia.

Di hilir, Pertamina telah berhasil melakukan ekspor produk unggulan avtur dan pelumas. Layanan avtur Pertamina telah tersedia di 128 lokasi di 47 negara. Sedangkan produk pelumas Pertamina telah diekspor ke 14 negara dengan pasar terbesar di Asia, Afrika, dan Australia.

Terbaru, Pertamina juga telah berhasil melakukan Global Branding melalui pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit, sebagai dukungan Pertamina untuk Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel