Pertamina Cetak Laba Bersih 2020 Rp15,3 Triliun

·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Pertamina mencatat bersih konsolidasi, setelah diaudit, sebesar US$1,05 miliar atau sekitar Rp15,3 triliun di sepanjang 2020. Jumlah itu berdasarkan asumsi nilai tukar rupiah selama tahun 2020 yakni sekitar Rp14.572 per dolar AS.

Pjs Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, kinerja keuangan positif tersebut juga ditunjukkan dengan EBITDA sebesar US$7,6 miliar, dengan EBITDA Margin 18,3 persen.

"Hal ini menunjukkan kondisi keuangan Pertamina aman dan mampu bertahan di tengah krisis ekonomi global," kata Fajriyah dalam keterangannya, Senin, 14 Juni 2021.

Baca juga: Tabungan Nasabah Bank Naik, Simpanan di Atas Rp5 M Meroket

Fajriyah menambahkan, laporan kinerja Pertamina di 2020 tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham. Yang, disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Senin 14 Juni 2021.

Fajriyah menjelaskan, sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, Pertamina melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan arahan menteri BUMN. Yaitu, melakukan transformasi, optimasi, efisiensi, dan akuntabilitas secara konsisten, di seluruh lini perusahaan sehingga pendapatan konsolidasian di akhir 2020 dapat mencapai US$41,47 miliar.

Pada tanggal 25 Mei 2021 lalu, lanjut Fajriyah, Pertamina telah menerima Laporan Auditor Independen 2020 yang disampaikan Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, dengan opini bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material. Dan sebagai Badan Usaha Milik Negara, laporan ini juga telah diperiksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia.

Fajriyah menuturkan, kinerja keuangan positif yang ditorehkan Pertamina pada 2020 akan menjadi acuan bagi seluruh jajaran manajemen perusahaan. Baik di holding maupun sub holding dalam menetapkan dan menjalankan program kerja di tahun 2021.

"Pandemi COVID-19 belum usai, kinerja keuangan dan operasional 2020 menjadi positive driver untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham menjadi perusahaan energi global di masa depan dengan nilai perusahaan mencapai US$100 miliar," ujarnya.

Pada laporan Dewan Komisaris yang disampaikan Condro Kirono, Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas capaian laba tahun buku 2020.

"Patut diapresiasi mengingat tahun 2020 bukan tahun yang mudah, tapi Pertamina bisa mencapai laba bersih konsolidasian US$1,05 miliar atau 250 persen di atas target RKAP revisi 2020, yaitu US$419,8 juta," ujar Condro.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel