Pertamina dan Perusahaan UEA Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kilang Balongan

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina dan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menjajaki kerja sama untuk pengembangan Kompleks Kilang Terintegrasi Petrokimia di Balongan, Jawa Barat.

Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) untuk menggali lebih lanjut potensi ini dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO ADNOC Group sekaligus Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) Dr. Sultan Ahmed Al Jaber di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Comprehensive Strategic Framework (CSF), yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Juli 2019, untuk menjajaki peluang kerja sama di seluruh mata rantai bisnis minyak dan gas, baik di UEA, Indonesia, ataupun internasional.

 

"Pertamina membuka diri untuk strategic partnership. Potensi kolaborasi dengan ADNOC," kata Nicke, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Sebagai hasil diskusi intensif tersebut, Pertamina dan ADNOC berhasil meningkatkan kesepakatan ke arah yang lebih strategis dan spesifik, di antaranya untuk mengevaluasi potensi pengembangan kawasan industri Petrokimia (Crude to Petrochemicals Complex) di Balongan.

Langkah Awal

Petugas PT. Pertamina (Persero) melintas Refinery Unit (RU) atau kilang VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, (14/1). RU VI Balongan merupakan tumpuan produksi BBM jenis Pertamax Series milik PT. Pertamina (Persero). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan mempelajari dan mendalami usulan struktur bisnis dan konfigurasi teknis atas pengembangan kilang tersebut.

“ADNOC akan memperkuat langkah bisnis Pertamina, khususnya dalam mengoptimalkan pengembangan kilang petrokimia di Balongan, sehingga nantinya dapat menghasilkan produk yang bernilai tinggi serta memenuhi permintaan produk petrokimia dalam dan luar negeri terutama polyolefin," ujar Nicke.

Menurut Nicke potensi kerjasama ini penting, karena pengembangan Crude to Petrochemicals Complex ini rencananya akan terintegrasi dengan RDMP Balongan. Sehingga selain akan mengurangi impor BBM, hasilnya juga akan meminimalkan impor produk petrokimia.

ADNOC merupakan mitra strategis potensial yang diperhitungkan Pertamina karena selain berpengalaman mengelola integrated refinery and petrochemical dengan kapasitas terbesar di Timur Tengah dan terbesar ke-4 di dunia, ADNOC juga memberikan opsi tawaran partisipasi Pertamina di blok produksi migas di UEA, yang nantinya akan didiskusikan oleh kedua pihak.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: