Pertamina data kerugian warga terdampak kebakaran Kilang Balongan

Kelik Dewanto
·Bacaan 2 menit

PT Pertamina (Persero) mulai menghimpun data kerugian warga baik sosial, lingkungan, maupun properti sebagai upaya percepatan penanganan pascainsiden kebakaran tangki BBM T-301 Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin dini hari lalu.

Unit Manager Communication Relation CSR Kilang Balongan Cecep Supriyatna dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Pertamina menghimpun data melalui laporan warga terdampak kepada pengurus RT dan RW yang dikumpulkan ke pihak kecamatan.

"Tim gabungan sudah dibentuk untuk melakukan pendataan dan verifikasi kerugian warga. Kami akan bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul akibat insiden tersebut," katanya.

Kegiatan pendataan dilakukan secara simultan dan paralel di seluruh lokasi terdampak kebakaran agar proses pemulihan pascainsiden dapat berlangsung secara cepat dan tepat.

Dalam upaya menangani warga terdampak insiden kebakaran Kilang Balongan, Pertamina menyalurkan sekitar 10 ribu paket makanan siap saji setiap hari untuk warga terdampak baik yang sudah berada di rumah ataupun masih di lokasi pengungsian.

Selain makanan siap saji, perseroan juga memberikan bantuan logistik berupa air mineral, susu, biskuit, makanan anak, sembako, buah-buahan, madu, dan vitamin.

Warga yang berada di luar lokasi pengungsian juga mendapat bantuan logistik berupa perlengkapan sehari-hari, obat-obatan ringan, dan peralatan kebersihan.

Selain memberikan bantuan logistik, Pertamina juga menyiagakan tim medis yang memadai lengkap dengan dokter, perawat, dan ambulans yang siaga 24 jam, serta dibantu juga oleh sejumlah relawan dari Bazma, Tagana, Palang Merah Indonesia, dan istri pekerja Kilangan Balongan.

Kebakaran Kilang Balongan terjadi pada Senin (29/3/2021) dini hari pukul 00.45 WIB, yang melahap empat tangki bahan bakar minyak dan berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukaraja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip, dan Desa Tegalurung.

Insiden itu membuat 912 orang harus mengungsi ke tempat aman, 29 orang luka ringan, dan enam orang luka berat.

Pertamina saat ini masih melakukan proses investigasi penyebab insiden dan memastikan pengoperasian kembali Kilang Balongan pascapemadaman api.

Baca juga: Pascakebakaran Balongan, Menteri ESDM: Optimalkan produksi kilang lain
Baca juga: Menteri ESDM minta Pertamina gunakan teknologi terbaru dibidang migas
Baca juga: Dirut Pertamina pantau pasokan BBM pascakebakaran Balongan