Pertamina EP Berdayakan Ekonomi Masyarakat Lewat Program Darurat Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina EP (PEP) Asset 4 membuat program darurat Covid-19, untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Assistant Manager Fungsi Relations PT Pertamina EP (PEP) Asset 4, Pandjie Galih mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19. Pertamina EP Aset 4 telah menjalankan sejumlah program darurat Covid-19, dengan untuk memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan selama pembatasan-pembatasan sosial dilakukan dan meningkatkan kapasitas bagi pekerja terdampak Covid-19 melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesadaran masyarakat akan penerapan protokol kesehatan, dan pemberian bantuan medis dan non medis kepada komunitas, instansi pemerintahan, dan fasilitas-fasilitas kesehatan.

"Kami mengajak semua masyarakat untuk tertib menjalankan himbauan pemerintah dengan menerapkan 3M yaitu Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan yang paling penting Memakai Masker" kata Pandjie, di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Program tersebut bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk dalam kategori upaya kesehatan dan ekonomi (Charity) untuk Penanganan darurat Covid-19.

Untuk membantu pemerintah memutus penularan Covid-19, Pertamina EP juga mengadakan kegiatan bagi masker di Surabaya.

Sebelumnya, Pertamina EP Asset 4 juga memberikan bantuan medis diantaranya Masker Surgical, Masker N95, Alat Pelindung Diri (Hazmat), Hand Sanitizer, Thermogun yang disalurkan melalui gugus tugas Covid – 19 di level Kabupaten dan Provinsi.

Sekaligus pemberian bantuan non medis diantaranya masker kain, alat semprot disinfektan, thermogun, bilik sterilisasi, paket sembako, makanan dan minuman, serta santunan yatim dan anak terlantar yang disalurkan melalui Gugus Tugas Covid – 19 di level Provinsi hingga Desa.

Ada juga pelatihan pembuatan website yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bagi pekerja terdampak Covid-19.

“Kami berharap upaya yang kami lakukan ini bisa membantu mengingatkan masyarakat akan pentingnya masker. Karena Maskerku Melindungimu dan Maskermu Melindungiku" tutup Pandjie Galih.

CPP Gundih Kembali Beroperasi, Pertamina EP Kejar Target Produksi

Tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field langsung melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih. Dok PEP
Tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field langsung melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih. Dok PEP

Pertamina EP Asset 4 Cepu Field kembali mengoperasikan Central Processing Plant atau CPP Gundih, setelah menjalani perbaikan akibat kebakaran. Pengoperasian fasilitas tersebut merupakan upaya untuk memenuhi target produksi di triwulan keempat 2020.

Cepu Field Manager Afwan Daroni mengatakan, selama lima bulan, proses pemulihan fasilitas pengolahan CPP Gundih berfokus pada area Thermal Oxidizer (TOx), optimasi Biological Sulfur Recovery Unit (BSRU), dan Maintenance & Preservasi CPP Gundih serta beberapa area lainnya.

"Dengan kembali beroperasinya CPP Gundih, kami optimis target produksi, khususnya gas, bisa terpenuhi pada akhir tahun 2020," Afwan, di Jakarta, Selasa (30/9/2020).

Afwan mengungkapkan, tim pemulihan CPP Gundih bekerja dengan baik meski dalam situasi pandemi Covid-19. "Alhamdulillah, berkat kerja keras dari seluruh tim recovery, CPP bisa beroperasi pada September. Pandemi tidak menjadi penghalang karena kami menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan yang berlaku," tuturnya

Asset 4 General Manager, Agus Amperianto menambahkan, dengan normalnya operasional CPP Gundih dapat kembali menyalurkan gas untuk PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang, jaringan gas (jargas) PGN di Blora dan Semarang.

Dia pun mengapresiasi kinerja tim pemulihan, atas langkah-langkah perbaikan yang dilakukan oleh tim.

“Kerjasama tim sangatlah hebat, dari kejadian kebakaran yang cepat ditangani tanpa kendala hingga penyelesaian perbaikan kerusakan yang bisa bekerja dengan sigap, saya berikan apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Agus.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: