Pertamina Gandeng Kemenkop UKM Ajak Koperasi Jadi Mitra Pertashop

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 3 menit

VIVA – PT Pertamina (Persero) menggandeng Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), untuk mempercepat penambahan outlet Pertashop di pelosok daerah. Sinergi Pertamina dan Kemenkop UKM ini tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman, yang dilakukan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, pada Senin 21 Desember 2020.

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati menilai koperasi adalah mitra strategis pengelola outlet Pertashop. Karena selain sudah berbadan hukum, koperasi pastinya juga sudah memiliki lokasi-lokasi strategis hingga tingkat desa, untuk digarap menjadi lokasi Outlet Pertashop sehingga kerja sama lebih maksimal.

"Sampai tahun 2020 Pertamina menyasar pembangunan 4.558 Outlet Pertashop. Dalam rencana pengembangan kami ke depannya, hingga tahun 2024 Pertamina menargetkan sebanyak 40.000 Outlet Pertashop beroperasi di seluruh penjuru negeri," kata Nicke dalam telekonferensi, Senin 21 Desember 2020.

Baca juga: Sri Mulyani Siapkan Dana Awal Rp54 Triliun untuk Vaksin Gratis

Nicke memastikan, Kemenkop UKM merupakan salah satu kementerian strategis yang sejalan dengan tujuan Pertamina itu. "Agar target ini tercapai, sekaligus memberikan manfaat bagi pemberdayaan dan pembangunan daerah," ujarnya.

Senada, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, memastikan bahwa pihaknya juga akan membantu Pertamina memberdayakan Koperasi dan UMKM, khususnya dalam distribusi minyak, gas, serta energi terbarukan.

"Kerja sama ini untuk mempercepat pemerataan energi di seluruh penjuru negeri, melalui Program BBM Satu Harga dan One Village One Outlet (OVOO)," kata Teten.

Teten optimistis, sinergi seperti ini adalah salah satu cara terbaik untuk mewujudkan kehadiran pemerintah bagi masyarakat. Melalui Nota Kesepahaman ini, Teten memastikan bahwa jaringan Koperasi dan UMKM di seluruh daerah di Indonesia siap menjadi mitra strategis pengelola Outlet Pertashop.

“Sinergi seperti ini harus digencarkan. Di satu sisi, pemerataan energi yang menjadi tugas dan amanah Pemerintah melalui Pertamina dapat tercapai lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, kami akan menggerakkan ekonomi masyarakat, ekonomi daerah," ujarnya.

Karenanya, Teten meyakini bahwa manfaatnya tidak hanya energi ini akan dapat dirasakan di seluruh Indonesia, namun dalam prosesnya juga akan memberdayakan dan memberikan nilai tambah bagi perangkat daerah. "Dengan demikian, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara holistik,” kata Teten.

Dia menyebut, setidaknya sebanyak 86,6 persen koperasi di sektor riil berpeluang membangun kemitraan dengan Pertamina, baik itu untuk program Pertashop maupun pengembangannya di kemudian hari. Kerja sama ini juga membantu jaringan anggota Koperasi maupun pelaku UMKM di seluruh Indonesia, agar lebih mudah mendapatkan akses energi untuk mendukung kegiatan usaha.

"Seperti 1.973 unit koperasi nelayan di seluruh wilayah Indonesia yang membutuhkan program pemerataan energi, di mana dari jumlah tersebut belum semuanya mudah mengakses BBM untuk perahunya. Ini juga berpeluang untuk menjadi bagian dari perluasan program kemitraan pembangunan Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) yang sudah dimulai selama ini," ujar Teten.

"Kami di Kemenkop UKM juga akan memastikan dan memonitor seluruh koperasi yang ditugaskan sebagai mitra pengelola Outlet Pertashop, supaya menjalankan amanahnya sebaik mungkin agar manfaatnya dapat segera terasa di masyarakat," ujarnya.

Diketahui, Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina skala kecil, yang disiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM Non Subidi, Elpiji Non Subsidi, pelumas, dan produk Pertamina ritel lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Pertashop menyediakan produk Pertamax dengan harga yang sama dengan di SPBU reguler. Outlet Pertashop menawarkan akses yang lebih mudah bagi masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraannya tanpa harus berkendara jauh ke SPBU. (ren)