Pertamina Gandeng Kemlu, Erick Thohir Genjot BUMN Go Global

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Luar Negeri dan PT Pertamina menandatangani nota kesepahaman, untuk memperkuat kolaborasi, sinergi, dan memberikan landasan yang kuat bagi kerja sama kedua belah pihak ke depannya.

Nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, turut disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Koordinasi antar kementerian/lembaga menjadi semakin penting di masa pandemi, dan perlunya menghilangkan ego sektoral," kata Erick dalam telekonferensi yang disiarkan dari Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 28 Januari 2021.

Baca juga: Pemilik Kucing yang Dijagal di Medan Ingin Tangan Pelaku Dipotong

Erick menekankan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi, peran Kementerian Luar Negeri dalam memajukan diplomasi ekonomi akan semakin penting dan melibatkan banyak pihak. Di sisi lain kerja sama ini juga memiliki arti penting untuk memperkuat 'strategic presence' BUMN, yakni Pertamina, dalam posisi bisnisnya di luar negeri.

Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa saat ini setidaknya terdapat 83 cabang/anak perusahaan dari 17 perusahaan Indonesia yang tersebar di 26 negara. Apalagi, lanjut Erick, saat ini nilai investasi outbound BUMN di seluruh dunia tercatat telah mencapai US$17,5 miliar.

"Ini adalah modal besar untuk menunjukkan presensi strategis Indonesia di luar negeri. Sebagai negara besar, diplomasi ekonomi bukan hanya menarik investasi ke dalam, namun juga mendorong investasi BUMN ke luar negeri," ujarnya.

Diketahui, melalui kerja sama ini Kementerian Luar Negeri pun menyatakan bahwa ‘Kemlu stands ready, untuk mendukung BUMN Go Global’. Dan bahwa Pemerintah akan berupaya memajukan strategi outbound investment Pertamina di Timur Tengah, Asia Selatan dan Tengah, serta Afrika.

Hal ini selaras dengan prioritas penguatan diplomasi ekonomi Indonesia, khususnya dalam eksplorasi dan pengembangan pasar potensial non-tradisional.

Selain kerja sama ekonomi di sektor energi, area kerja sama lainnya juga mencakup dukungan terhadap rencana aksi korporasi di luar negeri dan diplomasi Indonesia di perwakilan RI. Serta, kerja sama lainnya selama lima tahun ke depan.

Nota Kesepahaman ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN, untuk mendukung BUMN Go Global yang telah ditandatangani pada 17 Juli 2020 silam. Sebagai salah satu implementasi BUMN Go Global, akan diselenggarakan Outbound Investment Dialogue pada kuartal III-2021 mendatang.