Pertamina Garap Proyek Strategis Green Refinery di Kilang Cilacap

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVAPertamina menargetkan operasional pengembangan Green Refinery dengan produk-produk energi hijau, seperti Green Diesel dan Green Avtur, di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap pada akhir Desember 2021 mendatang.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, menjelaskan bahwa uji coba Green Diesel (D 100) telah sukses dilakukan pada Januari 2021, dengan komposisi Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) sebesar 100 persen.

"RBDPO adalah minyak kelapa sawit yang sudah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas, serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau," kata Ifki dalam keterangan tertulisnya, Minggu 7 Maret 2021.

Sedangkan Green Avtur menggunakan Refined, Bleached, and Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO), yakni minyak inti kelapa sawit. Ifki memastikan bahwa uji coba Green Avtur sudah berhasil dilakukan, bahkan sudah diuji di laboratorium GMF (Garuda Maintenance Facility).

Dia menjelaskan, Green Diesel dan Green Avtur diproduksi di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT), dengan kapasitas produksi yang akan terus ditingkatkan.

Saat ini, kapasitas produksi Green Avtur mencapai sebesar 8 ribu barel per hari dan Green Diesel sebesar 3 ribu barel per hari, dan akan terus ditingkatkan dengan melihat kebutuhan pasar mulai 2023 nanti.

Produksi Green Diesel dan Green Avtur di Kilang Pertamina Cilacap ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, dilakukan pengolahan RBDPO sebesar 3.000 barel per hari untuk menghasilkan Green Diesel D100, yang direncanakan onstream pada akhir Desember 2021.

Selanjutnya di tahap kedua, akan dilakukan pengolahan CPO sebesar 6.000 barel per hari, untuk menghasilkan Green Diesel D100 atau Green Avtur yang direncanakan onstream pada akhir Desember 2022.

Ifki menjelaskan, pengembangan Green Energy ini dilakukan sebagai implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan memaksimalkan potensi sumber daya energi baru terbarukan, dalam hal ini minyak kelapa sawit yang melimpah.

"Ini adalah wujud nyata komitmen Pertamina untuk memenuhi kebutuhan alternatif feed stock sumber bahan baku. Memanfaatkan potensi energi dalam negeri, mengurangi impor crude, penggunaan energi ramah lingkungan karena sifatnya yang baru terbarukan," ujarnya.

Diketahui, Pertamina RU IV sudah berhasil memproduksi Green Gasoline sejak April 2020. Green Gasoline yang launching di RU III Plaju, diduplikasi di RU IV dan pada April 2020 sudah dicoba dengan 20 persen bahan baku menggunakan RBDPO. Pengolahan di kilang RFCC menjadi Green Gasoline dilakukan dengan kualitas Oktan sekelas Pertamax.