Pertamina Hulu Indonesia jelaskan strategi jawab tantangan 2022

·Bacaan 3 menit
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menjelaskan strategi perusahaan dalam mencapai target bisnis yang telah ditetapkan serta menyampaikan kinerja perusahaan pada triwulan pertama tahun 2022.VP Development & Driling PHI-Regional Kalimantan Arief Prasetyo Handoyo di Jakarta, Selasa, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menerapkan prinsip Environment, Social & Governance (ESG) dalam mengelola operasi dan bisnis perusahaan. Arief mengatakan bahwa PHI menjalankan beragam strategi dan upaya untuk memenuhi target produksi minyak dan gas bumi (migas) yang ditetapkan untuk tahun 2022 dalam mendukung tercapainya produksi migas nasional. Seperti misalnya proyek Crown Jewel of Mahakam, strategi Borderless Operation, dan proyek efisiensi biaya Optimus serta program lainnya terbukti mampu memberikan hasil positif.“Alhamdulillah produksi gas kita saat ini berada di atas target, yakni sebesar 646,88 juta standar kaki kubik gas per hari dan capaian lifting gas mencapai 601,89 juta standar kaki kubik gas per hari. Untuk produksi minyak mencapai kisaran 57.920 barel minyak per hari, dan untuk lifting minyak mencapai 56.360 barel minyak per hari,” ujar Arief dalam keterangan tertulis.Lebih lanjut, Arief menambahkan PHI mengawali tahun 2022 dengan mendapatkan temuan di sumur eksplorasi Manpatu 1-X di Wilayah Kerja South Mahakam lepas pantai Kalimantan Timur yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam, salah satu anak perusahaan PHI."Temuan sumber daya migas baru ini sesuai dengan komitmen kami dalam mendukung pencapaian target produksi 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari bagi Indonesia di tahun 2030. Kami terus menjalankan operasi migas yang selamat, handal, patuh, dan berkelanjutan, yakni mampu menambah cadangan migas dan mempertahankan tingkat produksi," katanya.Sampai dengan Maret 2022, PHI telah berhasil menyelesaikan pemboran sumur pengembangan (ekploitasi) sebanyak 29 sumur. Sementara, capaian untuk kegiatan Well Service tercapai sangat baik dengan mencatatkan 1.779 pekerjaan yang melebihi dari target yang ditetapkan.PHI mengelola wilayah-wilayah kerja yang berada di Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang sebagian besar merupakan lapangan-lapangan migas yang sudah mature. Untuk itu, PHI perlu menjalankan beragam proyek strategis, antara lain IOR dan EOR. "Kegiatan IOR dan EOR ini dijalankan di Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 melalui berbagai upaya seperti optimasi dan stimulasi, hingga water flood seperti yang dijalankan di Lapangan Handil Zona 8, dan Tanjung untuk Zona 9. Kinerja di triwulan I untuk proyek IOR dan EOR berjalan baik dengan realisasi sebesar 2,29 MBOEPD," ucapnya. Selain itu, Regional 3 Kalimantan memiliki proyek strategis yaitu Crown Jewel Mahakam dan revitalisasi asset eksisting. Tujuan kedua proyek ini untuk menjaga kesinambungan bisnis dan operasi serta memonetisasi cadangan WK Mahakam di Zona 8 dan WK Sanga Sanga Zona 9 melalui manajemen produksi baseline serta melaksanakan proyek-proyek pengembangan baru (Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan/OPLL)."Hingga Maret tahun ini, kinerja proyek strategis ini mampu melebihi target produksi yang telah ditetapkan. Kami akan terus berusaha keras untuk mempertahankan kinerja terbaik hingga berakhirnya proyek ini pada tahun 2024,” jelas Arief.Terkait kinerja keuangan triwulan pertama 2022, PHI terus berusaha mengelola biaya operasi dan biaya investasi sesuai dengan target RKAP yang sudah ditetapkan. Upaya-upaya efisiensi digalakkan di segala lini. Tahun ini, periode triwulan I 2022, PHI sudah melampaui target Optimus dengan efisiensi sebesar 7,4 juta dolar AS atau sekitar 106 miliar rupiah.PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola wilayah kerja dan aset hulu migas Regional 3 Kalimantan. Tahun 2021 lalu, PHI berkontribusi sekitar 14 persen dan 26 persen produksi minyak dan gas Pertamina yang sangat penting dalam menyediakan kebutuhan energi bagi Indonesia.Baca juga: Pertamina Hulu Indonesia klaim mampu turunkan 2,4 juta emisi karbonBaca juga: Kementerian ESDM: Subsektor migas raih kinerja positif sepanjang 2021Baca juga: PHI: Industri migas berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel