Pertamina jalankan eksplorasi migas secara masif dan agresif

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina, berkomitmen memberikan kontribusi terbaik pada pencapaian ketahanan energi nasional dengan terus menjalankan eksplorasi yang masif dan agresif melalui pencarian potensi sumber daya baru yang tersebar di Indonesia dan mancanegara untuk menjaga keberlanjutan kegiatan hulu migas..

Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng di Jakarta, Jumat, menjelaskan eksplorasi yang masif dan agresif telah mencatatkan capaian terbaik.

‘’Hingga saat ini, Subholding Upstream Pertamina telah menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 15 sumur dan sedang proses pengeboran sebanyak 5 sumur. Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi yang masif dan agresif ini juga telah memberikan hasil berupa temuan sumber daya yang signifikan,’’ jelas Muharram.

Baca juga: Kolaborasi jadi kunci ciptakan investasi migas di masa transisi energi

Hasil tersebut berupa temuan sumber daya migas 2C, antara lain melalui sumur Manpatu-1X di Mahakam Kalimantan, Sungai Gelam Timur-1 di Jambi, Wilela-001 di Onshore Sumatera Selatan, Bajakah-001 di Onshore Jawa Barat, R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), Sungai Rotan-1X di Jambi, Markisa-001 di Papua, GQX-1 di Offshore Utara Pulau Jawa, Kolibri-001 di onshore Jawa Timur dan yang terbaru pada sumur S-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO).

Pengeboran eksplorasi yang sedang berjalan, antara lain Kenanga-001, NSO S-2, Helios D-1, Kembo-001 dan FB3N. Temuan sumber daya yang telah divalidasi hingga saat ini adalah sebesar 283 mmboe atau 127,5 persen dari target 222 mmboe pada 2022, jelas Muharram.

Ia mengatakan Subholding Upstream Pertamina menerapkan beberapa inovasi teknologi dalam melaksanakan eksplorasi antara lain Broadband Marine 2D seismic Acquisition yang memiliki resolusi dan kualitas lebih baik, Full Tensor Gravity Gradiometry (FTG) yang juga memiliki resolusi data gradiometri gravitasi yang lebih tinggi untuk memungkinkan pencitraan bawah permukaan secara lebih detail dibandingkan dengan data gravitasi konvensional.

‘’Selain itu, Subholding Upstream Pertamina juga telah menyelesaikan Vibroseis Survey yang memiliki teknologi mutakhir untuk evaluasi target sub-vulkanik yang lebih baik melalui penerima nirkabel,’’ jelas Muharram.

Baca juga: Produksi minyak Pertamina Hulu Mahakam naik 1.000 barel per hari

Hingga saat ini, Subholding Upstream Pertamina telah melaksanakan survey seismik 2D sepanjang 1.173 km dan survey seismik 3D seluas 269 km2.

Terdapat tiga strategi utama yang dijalankan oleh Subholding Upstream yaitu optimalisasi pengelolaan aset WK eksisting, strategi new venture, dan strategi partnership.

"Pertamina terus mengeksplorasi semua potensi sumber daya migas yang ada. Dengan melakukan kegiatan eksplorasi, maka diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemenuhan target produksi yang akan menjaga keberlanjutan keamanan pasokan energi untuk Indonesia," tegas Muharram.