Pertamina Kolaborasi dengan Chevron Kembangkan Bisnis Rendah Karbon

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Chevron New Ventures untuk menjajaki bisnis rendah karbon di Indonesia. Ini sejalan dengan target emisi karbon nol persen yang ditarget pemerintah Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak sabar untuk menyaksikan implementasi dari kerja sama kedua perusahaan energi ini. Dia meyakini ke depannya, pelaksanaan kerja sama ini bisa dilakukan dengan cepat.

"Selamat untuk kedua perusahaan atas penandatanganannya, saya tak sabar untuk melihat implementasinya, saya yakin implementasinya akan dilakukan secara cepat," kata Luhut usai menyaksikan penandatanganan MoU antara Pertamina dan Chevron, Kamis (12/5).

"Saya yakin kita bisa berjalan dengan cepat, dan Chevron juga melakukan telah melakukan studi dan melakukan hal ini, dan saya yakin kita bisa mencapai target ini secepatnya," imbuh Luhut.

Luhut menyebut langkah ini merupakan hal yang penting bagi Indonesia. Apalagi, Indonesia memiliki potensi penyerapan karbon yang tertinggi di dunia. Dia mengklaim Indonesia mampu menyerap 70 persen karbon dunia.

"Jadi dengan MoU ini kita bisa melihat bahwa sisi utamanya adalah untuk melakukan eksplorasi dan mengembangkan teknologi, termasuk sektor geothermal dan lingkungan yang bisa menyerap karbon secara natural dan jadi solusi rendah karbon dari kegiatan kedua perusahaan ini," katanya.

Langkah Menuju Energi Hijau

Langkah ini sekaligus membuat Menko Luhut optimistis bahwa ke depannya semua orang akan berbicara mengenai energi bersih dan energi hijau. Di mana itu akan berdampak baik bagi lingkungan di dunia.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyambut baik kolaborasi kedua perusahaan ini. Nicke menyebut ini merupakan salah satu dukungan perusahaan untuk mengejar target Nationally Determined Carbon (NDC) yang telah ditetapkan.

"kerja sama dengan Chevron bisa melirik sejumlah kegiatan, karena kita punya pengalaman salah satunya di sektor geothermal, jadi kita bisa meningkatkan aktivitas geothermal dan ke depannya dalam lima tahun ke depan," katanya.

Dia juga mengutip permintaan Presiden Joko Widodo dalam forum G20 tentang perusahaan energi perlu bersama-sama untuk mengatasi krisis iklim. Salah satunya melalui kegiatan yang mendukung energi bersih.

"Presiden meminta untuk kita harus menjadi katalis dalam hal ini, dan bisa memastikan bahwa kita tidak meninggalkan siapapun di belakang kita," katanya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel