Pertamina Libatkan Pihak Asing Investigasi Kebakaran Kilang Balongan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, pada 29 Maret 2021. Tim investigasi terdiri dari ahli dalam dan luar negeri.

"Terkait penyebab insiden ini masih dilakukan investigasi. Tim gabungannya ada internal dan eksternal. Tim internal ini ada dari aparat hukum dan juga tim ahli baik dari dalam dan luar negeri," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (5/4/2021).

Nicke menegaskan pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi tim investigasi. Namun menurunya, tim investigasi baru dapat masuk area kebakaran setelah kondisi benar-benar aman. Pasalnya, dua hari setelah api yang pada awal kejadian sudah berhasil dipadamkan, kembali menyala.

"Ini terjadi karena masih ada BBM yang terjebak di bawah, sehingga kami lakukan berbagai cara dan dilanjutkan dengan pendinginan. Setelah itu, baru tim investigasi bisa masuk ke dalam," jelasnya.

Nicke menjelaskan, Kilang Balongan berkontribusi 12 persen dari total produksi BBM secara nasional. Pasokannya didistribusikan ke DKI Jakarta dan wilayah Jawa Barat.

"Kejadian kebakaran ada di empat tangki, T301 E, F, G, H di dalam satu bund wall dengan kapasitas masing-masing 26 ribu KL, di area kurang lebih dua hektare," tuturnya.

Pada saat kejadian, kata Nicke, tangki G berisi 23 ribu Pertalite, sedangkan tangki lainnya di kilang Balongan tersebut dalam kondisi kosong.

"Area kilang itu totalnya 260 hektare, dan yang sudah ada bangunannya 180 hektare. Jadi empat tangki dari 72 tangki yang ada di area Kilang Balongan," ungkapnya.

Pertamina Bakal Perbaiki Rumah Warga Terdampak Kebakaran Kilang Balongan

Tangkapan kamera drone kebakaran hebat yang melanda kilang minyak Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Liputan6.com/ BPBD Indramayu)
Tangkapan kamera drone kebakaran hebat yang melanda kilang minyak Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Liputan6.com/ BPBD Indramayu)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengunjungi Kilang Balongan untukmelihat langsung kondisi Kilang Balongan pasca insiden tangki T-301.

Kunjungan tersebut juga dalam rangka memastikan proses penanganan yang telah dijalankan Pertamina untuk mengatasi insiden di lapangan dan pemulihan lokasi penyimpanan BBM di Balongan berjalan baik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan di awal insiden, Pertamina telah melakukan tindakan cepat melokalisasi titik api di dalam bundwall atau tanggul di sekeliling tangki T-301 sehinggatidak meluas.

Saat ini masih dilakukan pendinginan terhadap sisa minyak yang masih ada didasar bundwall, sehingga temperatur minyak dapat diturunkan dan api sudah padam saat ini.

Menurut Arifin Tasrif, saat ini Pertamina melakukan investigasi yang melibatkan internal daneksternal mengenai penyebab kejadian. Investigasi masih berproses dan memerlukanpendalaman.

"Ke depannya Pertamina akan melakukan evaluasi untuk mengidentifikasi apa saja yangdiperlukan untuk peningkatan sistem keamanan kilangnya mengacu pada teknologi baru yangsaat ini dipakai,” pesan Arifin.

Terkait warga terdampak, lanjutnya, Arifin meyakini bahwa Pertamina akan melakukan penanganan yang baik kepada masyarakat.

“Kita harapkan korban yang masih dirawat bisa membaik dan bisa segera keluar dari unitperawatan khusus. Terhadap seluruh masyarakat terdampak akibat dari kejadian ini, Pertamina berkomitmen untuk bertanggung-jawab untuk perbaikan rumah dan properti warga, perawatan korban luka, dan trauma healing,” ucap Arifin.

Selain itu, Menteri ESDM juga mengingatkan, agar Pertamina segera memasang sistem komunikasi dengan masyarakat, apabila ada indikasi yang diperkirakan dapat membahayakan, masyarakat sekitar dapat melakukan persiapan lebih dini untuk menjaga keselamatan.

Mengenai rencana pembangunan Kilang Petrochemical, Arifin memastikan tetap menjadi program utama Pertamina karena bagian dari program nasional agar Pemerintah dapat mencukupi kebutuhan nasional petrokimia dan mengurangi impor. Disinggung untuk kebutuhan BBM, menurutnya saat ini tersedia cukup aman.

“Sudah dilakukan antisipasi dengan mengoptimalkan kapasitas kilang lainnya dengan mengedepankan keselamatan kerja, kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: