Pertamina Mandalika SAG Team Ceritakan Proses Pencarian Pembalap Belanda Berdarah Indonesia, Bo Bendsneyder Setelah Dimas Ekky Ditolak

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Karena alasan tidak masuk kriteria pembalap yang sesuai Komisi Grand Prix inginkan, Dimas Ekky Pratama gagal memperkuat Pertamina Mandalika SAG Team pada Moto2 2021.

Sebagai gantinya, Pertamina Mandalika SAG Team menunjuk nama pembalap Belanda yang memiliki darah Indonesia, Bo Bendsneyder. Penunjukkan nama Bo Bendsneyder bukan tanpa pertimbangan.

Lewat diskusi Mandalika Racing Team dengan SAG, melihat potensi pembalap berusia 21 tahun itu, dan punya darah Indonesia, akhirnya diputuskan Bo Bendsneyder layak memperkuat Pertamina Mandalika SAG Team di Moto2 2021.

"Setelah tahu Dimas Ekky mendapat penolakan dari Komisi Grand Prix, mulai muncul kandidat yang memiliki darah atau keturunan dari Indonesia. Lalu SAG minta kita lihat rapor Bo Bendsneyder," kata Irawan Sucahyono selaku Direktur Komersial Mandalika Racing Team kepada Bola.com, Jumat (25/12/2020).

"Topnya Bo Bendsneyder saat juara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2015. Dia juara, hampir setiap race menang terus. Abis itu ke Moto3 dan Moto2, tapi tidak memperkuat tim yang tepat."

"Orang SAG lalu bilang, kalau pembalap ini gabung kita, pasti oke. Apalagi pakai motor Kalex. SAG yakin bisa bawa Bo Bendsneyder kompetitif," lanjutnya.

Dengan begitu, Pertamina Mandalika SAG Team punya kolaborasi pembalap senior dan junior pada Moto2 2021. Adalah duet rider kenyang pengalaman, Tom Luthi dan Bo Bendsneyder.

"Ya, kita sudah bilang dengan SAG. Lewat komposisi pembalap seperti ini, Pertamina Mandalika SAG Team harus juara," Irawan Sucahyono menuturkan.

Penolakan Dimas Ekky

Dimas Ekky diproyeksikan bisa jadi mentor di Mandalika Racing Team Indonesia (Screenshot Vidio)
Dimas Ekky diproyeksikan bisa jadi mentor di Mandalika Racing Team Indonesia (Screenshot Vidio)

Adapun Irawan Sucahyono turut menceritakan kembali alasan nama Dimas Ekky ditolak oleh Komisi Grand Prix untuk memperkuat Pertamina Mandalika SAG Team pada ajang Moto2 2021.

Menurutnya inti dari permasalahan, nama Dimas Ekky tidak sesuai kriteria yang diinginkan Komisi Grand Prix yang diisi FIM (Federasi Sepeda Motor Internasional), Dorna (penyelenggara Kejuaraan Dunia Balap Motor), dan IRTA (Asosiasi Tim Balap Internasional).

"Dimas Ekky gagal tampil di Moto2 2021 karena dua kriteria. Pertama, Komisi Grand Prix yang isinya FIM, Dorna dan IRTA punya kriteria baru untuk pembalap Moto2. Menurut mereka, Moto2 diminati banyak pembalap. Sehingga mereka harus kontrol ketat (pembalap yang layak mentas di Moto2)," kata Irawan Sucahyono.

"Kriteria kedua terkait prestasi. Dimas Ekky memang punya prestasi di masa lalu (podium CEV Moto2). Tapi ada jeda (setelah ikut Moto2 2019, ia absen balapan di tahun 2020). Komisi Grand Prix ini ingin ada kontinuitas."

"Kecuali memang pembalapnya luar biasa. Mereka mau pembalap Moto2 harus orang yang sudah memungkinkan bersaing pada grid depan. Levelnya sangat tinggi. Mereka ingin mencanangkan pembalap Moto2 memang layak ke MotoGP," lanjutnya.

Saksikan Video Pilihan Kami: