Pertamina Masih Hobi Impor Pipa, Menko Luhut Marah Besar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meluapkan amarahnya kepada PT Pertamina (Persero) yang masih melakukan impor pipa. Padahal menurutnya, pipa bisa diproduksi di Indonesia.

"Pertamina itu enggak tahunya minta ampun itu. Masih impor pipa, padahal sudah bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu," ujar Luhut dalam siaran video Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT 2021, dikutip Rabu (10/3/2021).

Menurut dia, aksi impor pipa tersebut berbanding terbalik dengan seruan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggaungkan kampanye cinta produk dalam negeri dan benci produk asing.

Selain pipa, Luhut juga menyoroti impor bahan baku produksi yang kerap didatangkan dari luar negeri. Semisal bauksit yang menurutnya sudah terintegrasi di pasar domestik, dan produk aspal.

"Kita bicara aspal, kita bicara semua di situ. Aspal saya bilang ke Presiden. Pak, kita ngapain impor aspal. Terbesar aspal kita di Buton," tutur Luhut.

Luhut menekankan, Indonesia bisa hemat antara 50-60 persen dari belanja modal Rp 1.300 triliun jika menahan diri untuk tidak impor dari luar negeri, atau sekitar USD 50 miliar.

Dia lantas meminta kepada Jokowi agar membatasi separuh dari belanja barang sebesar Rp 1.300 triliun, dan menggantinya dengan produk asli Indonesia.

"Bapak Presiden, kita punya belanja modal, belanja barang itu Rp 1.300 triliun. Kita kemarin rapat koordinasi terbatas saya bilang, pak Rp 1.300 (triliun) itu masa kita enggak bisa bikin 50 persen?" ungkapnya.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Jokowi Jengkel, Proyek Pemerintah dan BUMN Masih Pakai Pipa Impor

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Jokowi memperingatkan Polri dan TNI untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional Kebakaran Hutan dan Lahan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Jokowi memperingatkan Polri dan TNI untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel gegara produk luar negeri atau produk impor mendominasi pasar Indonesia. Padahal, dirinya selalu menekankan agar Kementerian, Lembaga dan BUMN untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

"Komponen dalam negeri ini harus terus, jangan sampai proyek pemerintah, BUMN, masih memakai barang-barang impor. Kalau bisa dikunci itu bisa menaikkan sebuah permintaan yang tidak kecil, gede banget," ujar Jokowi dalam pembukaan Rakernas HIPMI 2021 secara daring, Jumat (5/3/2021).

Jokowi mencontohkan penggunaan pipa proyek pembangunan yang pengadaannya masih impor. Padahal, Indonesia sudah dapat memproduksi pipa proyek sendiri.

"Pipa sudah bisa produksi banyak masih impor, untuk apa gitu. Pada dipakai proyek pemerintah, proyek BUMN, saya ngomong nggak boleh," katanya.

Oleh karenanya, menurut Jokowi, Indonesia harus segera memulai gerakan untuk tidak menyukai produk luar negeri supaya tidak terus menerus ketergantungan.

"Dan itu harus dimulai, kita harus benar-benar memulai paling tidak dari pemerintah dan BUMN, lalu ajak masyarakat untuk cinta produk Indonesia dan tidak suka produk luar," tegas Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: