Pertamina Masih Tunggu Arahan Pemerintah Soal Kenaikan Harga BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah memberi sinyal untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menanggapi subsidi BBM yang terus membengkak. Meski demikian, belum ada keputusan pasti dari pemerintah mengenai kebijakan ini.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, pihaknya hanya masih menunggu arahan dari pemerintah terkait kebijakan harga BBM subsidi yang merupakan kewenangan dari regulator.

"Kami masih menunggu arahan dari pemerintah," Kata Irto kepada Merdeka.com, Jakarta, Senin (29/8).

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, anggaran kompensasi dan subsidi energi tahun ini akan lebih dari Rp 502,4 triliun. Hal ini sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia (ICP) di pasar global namun pemerintah belum melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan nilai keekonomiannya.

"Subsidi yang sudah kita siapkan Rp 502 triliun ini akan terlewati," kata Menteri Sri Mulyani saat Rapat Kerja dengan Komite IV DPD RI di Kompleks DPD RI, Jakarta, Kamis (25/8).

Dia menjelaskan saat ini harga minyak dunia terus meningkat. Rata-rata harganya sudah mencapai USD 105 per barel. Padahal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 harga minyak dunia diasumsikan USD 100 per barel.

"Kalau kita melihat harga minyak masih USD 105 per barel," kata Menteri Sri Mulyani. [azz]