Pertamina minta berhati-hati penipuan berkedok rekruitmen karyawan

Area Manager Communication Relations & CSR Regional Papua Maluku-Maluku Utara meminta agar masyarakat terutama pencari kerja untuk berhati-hati dengan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan informasi terkait rekruitmen karyawan Pertamina.

"Kami meminta masyarakat, terutama bagi pencari kerja untuk selalu berhati-hati terkait adanya informasi melalui media sosial tentang rekruitmen karyawan Pertamina," kata Area Manager Communication Relations & CSR Regional Papua Maluku, Edi Mangun di Ternate, Senin.

Dia menyatakan, untuk saat ini, Pertamina belum melakukan rekruitmen terbuka bagi pencari kerja, sehingga masyarakat harus selalu berhati-hati jika ada informasi dan penipuan mengenai penerimaan kerja, dapat menghubungi Kantor Pertamina setempat.

Hal tersebut disampaikan Edi Mangun menyusul adanya laporan terkait dengan informasi di media sosial mengenai penerimaan karyawan Pertamina khususnya di wilayah Maluku Utara.

Dirinya juga mendapatkan informasi yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab terkait penerimaan karyawan Pertamina, tetapi ujung-ujungnya meminta calon karyawan untuk mengirimkan uang dengan berbagai modus.

Sementara itu, salah seorang warga Ternate, Muhammad Rizal ketika dihubungi membenarkan dirinya sempat mendapatkan informasi lowongan pekerjaan dari media sosial.

"Dari informasi itu, saya sempat mendaftar dan mereka mengkonfirmasi saya dinyatakan lulus administrasi dan harus ke Jakarta dengan menyiapkan uang serta akomodasi," ujarnya.

Akan tetapi, dirinya mencoba menanyakan informasi kelulusan ke kerabatnya ternyata informasi kelulusannya sebagai karyawan Pertamina merupakan penipuan.

"Beruntung saya mengkonfirmasi ke kerabat dan pihak Pertamina, ternyata informasi kelulusannya melalui media sosial merupakan modus penipuan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel