Pertamina: Mobil Mewah Jangan Isi Pertalite agar Mesin Awet

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mengimbau para pengguna mobil mewah untuk tidak lagi mengonsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Imbauan ini merespon temuan Menteri BUMN Erick Thohir terkait masih banyaknya pengguna mobil mewah yang membeli BBM kelompok RON 90 tersebut.

Pejabat sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyampaikan, Pertalite sendiri diperuntukkan bukan untuk kelompok mobil mewah.

Mengingat, spesifikasi mesin yang terdapat pada kendaraan mewah baik roda dua maupun roda empat saat ini membutuhkan konsumsi BBM di angka Oktan minimal 92 atau Pertamax. Hal ini bertujuan untuk membuat mesin kendaraan lebih awet.

"Pertamina tetap mengimbau agar menggunakan BBM sesuai spesifikasi yang ditentukan untuk kendaraan. Umumnya kendaraan sekarang sudah menentukan penggunaan BBM (gasoline) RON 92 ke atas," ujar Irto kepada Merdeka.com di Jakarta, Sabtu (11/6).

Kata Erick Thohir

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku geram saat mengetahui masih adanya pelanggaran dalam penyaluran program Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Di antaranya banyak mobil mewah yang masih mengonsumsi BBM jenis Pertalite atau RON 90.

Padahal, lanjut Erick, Pertalite merupakan jenis BBM yang disubsidi pemerintah untuk dipakai oleh masyarakat kelas bawah. Sementara, bagi masyarakat kelompok ekonomi mampu tersedia BBM jenis Pertamax yang tidak disubsidi oleh pemerintah.

"Itu pun di lapangan masih banyak mobil yang mestinya tidak boleh dengan Pertalite masih mengisi," kata Erick saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, Jumat (10/6).

Erick mencatat, anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk membiayai program subsidi BBM sendiri mencapai lebih dari Rp200 triliun. Tujuannya untuk menjaga harga Pertalite tidak mengalami kenaikan meski harga minyak dunia meroket akibat konflik Rusia dan Ukraina. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel