Pertamina NRE Jadi Ujung Tombak Bangun Bisnis Masa Depan

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina Power Indonesia (PPI) melakukan brand transformation menjadi Pertamina Power and New Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk menyesuaikan dengan visi, misi, dan lingkup bisnis yang baru.

Pergantian nama tersebut dalam rangka menjalankan mandat yang diberikan oleh PT Pertamina (Persero) untuk menjadi Subholding Power & New Renewable Energy.

Kini, Pertamina Group mempercayakan masa depan perusahaan kepada Pertamina NRE. "Jadi tantangan kita berikan dan harapan juga kita serahkan untuk masa depan Pertamina ada di pundak anak-anakku semuanya (Pertamina NRE)," kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dalam Launching Pertamina NRE, Kamis (3/11).

Nicke meyakini, Pertamina NRE bisa membuktikan diri menjadi andalan Pertamina dalam distribusi energi. Diketahui Pertamina NRE adalah subholding Pertamina yang baru berdiri selama 6 tahun. Kendati begitu, Pertamina NRE dinilai bisa menjadi ujung tombak untuk membangun bisnis masa depan Pertamina.

"Ulang tahun ke-6 ini usia yang muda dibanding kaka-kakanya, kami sampaikan harapan yang besar ada di pundak PNRE karena kita sama-sama tahu bahwa global energy transition sudah terjadi dan lebih cepat karena ada pandemi dan geopolitik yang memungkinkan semua menjadi visible untuk diakselerasi," ujarnya.

Kondisi krisis energi dilihat banyak orang sebagai ancaman. Namun, Nicke mengingatkan bahwa Pertamina NRE harus melihat ini sebagai peluang. Sebab, yang sebelumnya Renewable energy dianggap kurang kompetitif, namun hari ini menjadi kompetitif.

"Kita sudah menetapkan target sesuai dengan target pemerintah semua tahu Net zero emission, tapi belum tentu semuanya memiliki pemahaman yang sama, akan kemana kita? Apa yang kita lakukan? Untuk bisa mendukung target-target ini," ujarnya.

Susun Roadmap Net Zero Emission

Saat ini, Pertamina dalam tahap akhir menyusun Roadmaps Net zero emission. Terdapat 4 pilar dalam pengembangan Net zero emission, dan 3 pilar di antaranya berasal dari Pertamina NRE. Adapun tiga pilar strategisnya, yaitu solusi rendah karbon (low carbon solutions), pengembangan energi baru dan terbarukan, dan pengembangan bisnis energi masa depan.

Nicke mengatakan dalam distribusi energi di Indonesia tidak ada yang lebih kuat dibanding Pertamina. Di mana, market ritel hampir 100 persen dan seluruh infrastrukturnya dikuasai Pertamina Group. Menurutnya, hal ini bisa digunakan oleh Pertamina NRE, apapun yang diperlukan Pertamina NRE akan didukung.

"Pertamina NRE ini bisa kita jadikan bargaining power dalam distribusi energi. So, apakah ini keputusan yang tepat memberikan masa depan Pertamina kepada perusahaan yang baru berumur 6 tahun, nobody knows? Buktikan!," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]