Pertamina perluas program langit biru di Kabupaten Mojokerto

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

PT. Pertamina (Persero) terus mendukung upaya pemerintah terkait pengendalian pencemaran udara dengan memperluas program langit Biru (PLB), salah satunya di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Perwakilan Pertamina Fandy Ivan Nugroho di Mojokerto Selasa mengatakan dengan program tersebut, salah satu jenis BBM berkualitas seperti Pertalite akan dijual dengan harga lebih terjangkau atau diskon.

"Bahkan bisa setara dengan grade di bawahnya lagi, seperti jenis Premium," katanya saat melakukan pertemuan dengan Pemkab Mojokerto.

Hal ini, untuk menarik masyarakat supaya tergerak menggunakan jenis BBM ramah lingkungan berkualitas demi mengendalikan kadar emisi gas buang kendaraan.

Melalui keterangan tertulis, PLB sendiri dilakukan Pertamina dengan bekal dukungan pemerintah daerah serta Kementerian KLHK, untuk menjawab tuntutan dan agenda global mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor.

Semua itu, lanjut dia, sejalan dengan Paris Agreement yang menetapkan reduksi emisi karbon dioksida efektif yang mulai berlaku tahun 2020.

Baca juga: Pertamina perluas program langit biru ke 11 kabupaten/kota di Jatim

"Dalam PLB, kami menawarkan Pertalite dengan harga Premium. Itu nanti kami coba dulu di 10 titik SPBU di Kabupaten Mojokerto. Dalam data kami, di Kabupaten Mojokerto ini ada 35 SPBU. Nanti juga ada program Pertashop untuk kebutuhan BBM di desa-desa. Pertalite dan Pertamax cukup bagus, untuk Premium sekitar 10 persen. PLB ini digerakan di Jawa-Bali secara bertahap. Sedangkan, program Pertashop sudah ada 418 titik se-Indonesia. Untuk yang di Kabupaten Mojokerto, nanti ada 3 titik yakni di Desa Pacet, Padangasri dan Kebontunggul,” kata Fandy Ivan Nugroho.

Sementara itu, Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, menyambut baik PLB dan Pertashop dari Pertamina. Khusus untuk Pertashop, Pjs Bupati memberi rekomendasi untuk menggandeng BUMDes sebagai mitra kerja sama yang saling menguntungkan.

Pertashop sendiri merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan juga pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. Ini menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina di perdesaan.

"Kami mengapresiasi progrma-program dari Pertamina. Kami rekomendasikan untuk terlebih dulu melihat perkembangan pasar di pasar Kabupaten Mojokerto. Untuk Pertashop, saya juga menyarankan untuk mempertimbangkan titik-titik yang berpeluang besar, diikuti dengan memantau kesiapan BUMDes yang bisa diajak kerja sama," katanya.

Senada dengan Pjs Bupati, Sekrdakab Hery Suwito juga mengapresiasi program-program Pertamina, dengan tujuan agar lebih mudah dijangkau masyarakat. Sekdakab pada rekomendasinya menekankan, agar regulasi dan keselamatan masyarakat juga ikut diperhatikan karena berkaitan langsung dengan BBM.

Baca juga: Pertamina sebut Proyek Langit Biru Cilacap dorong kemandirian energi

"Dari kami, mohon regulasi untuk dicukupi dengan baik. Selain itu, keselamatan masyarakat juga menjadi hal yang utama. Sebab ini berhubungan dengan aktivitas penyediaan kebutuhan BBM," ujarnya.