Pertamina: Pola konsumsi BBM saat tahun baru di Banyumas berubah

·Bacaan 4 menit

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyatakan pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline di wilayah Banyumas pada masa Satuan Tugas BBM dan Elpiji Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 mengalami perubahan.

Area Manager Communication Relation and CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin mengatakan bila pada tahun-tahun sebelumnya puncak konsumsi gasoline terjadi pada tanggal 24 dan 29 Desember, kini terjadi lebih awal, yaitu tanggal 21 dan 7 Desember 2021.

"Begitu pula untuk puncak konsumsi arus balik pascamomentum Natal dan tahun baru, biasanya terjadi di tanggal 5 Januari, pada tahun ini maju lebih awal, yaitu tanggal 4 Januari 2022," katanya.

Menurut dia, perubahan pola konsumsi itu terpantau oleh Satgas BBM dan Elpiji Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang dilaksanakan sejak tanggal 29 November 2021 hingga 10 Januari 2022.

Bahkan, kata dia, perubahan pola konsumsi tersebut tidak hanya di Banyumas tapi juga sejumlah wilayah lainnya yang masuk wilayah PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, baik Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia mengatakan secara umum di wilayah Jateng dan DIY, puncak konsumsi BBM jenis gasoline terjadi lebih awal, yaitu pada tanggal 21 Desember 2021.

Konsumsi tertinggi gasoline pada 4 Januari 2022, yaitu 14.942 kiloliter per hari atau naik 16 persen,kemudian diikuti peringkat konsumsi kedua dan ketiga tertinggi selama satgas pada 7 serta 21 Desember 2021 dengan angka konsumsi yang sama, yaitu 14.414 kiloliter per hari atau naik 12 persen ketiga tanggal konsumsi tersebut dibandingkan dengan angka rata-rata harian normal pada bulan Oktober 2021 yaitu 12.826 kiloliter per hari,.

Sementara untuk konsumsi elpiji, kata dia, Pertamina mencatat puncak konsumsi bahan bakar gas tersebut di Jateng dan DIY terjadi pada H-2 Natal dan H-2 Tahun Baru, yaitu 4.681 metrik ton per hari pada 23 Desember 2021 dan 4.643 metrik ton per hari pada 30 Desember 2021. Jumlah ini naik 7,4 persen dan 6,5 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal di bulan Oktober 2021, yaitu 4,358 metrik ton per hari.

Kendati demikian, dia mengakui pola konsumsi elpiji di wilayah Jateng dan DIY masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya atau tidak mengalami perubahan seperti halnya gasoline.

Lebih lanjut, Brasto mengatakan Satgas juga mencatat adanya lonjakan konsumsi gasoline dan elpiji yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Jateng dan DIY pada periode 29 November 2021 hingga 10 Januari 2022, salah satunya di Kabupaten Banyumas.

"Konsumsi rata-rata harian gasoline di Banyumas selama periode tersebut mencapai 527 kiloliter per hari atau meningkat 6,1 persen dari rata-rata normal harian pada bulan Oktober yang sebesar 497 kiloliter per hari. Sementara konsumsi rata-rata harian untuk elpiji mencapai 181 metric ton per hari atau meningkat 1,7 persen dari konsumsi rata-rata harian normal bulan Oktober yang sebesar 178 metric ton per hari," katanya.

Ia mengatakan tiga kabupaten/kota di wilayah Jateng dan DIY dengan kenaikan konsumsi gasoline tertinggi, yakni Bantul naik 7 persen, Yogyakarta naik 6,6 persen, dan Banyumas naik 6,1 persen, sedangkan untuk elpiji terdiri atas Kulonprogo naik 5,9 persen, Salatiga naik 4,6 persen, dan Brebes naik 3,9 persen.

"Sama seperti produk gasoline, pola puncak konsumsi Avtur pada periode Natal dan tahun baru kali ini juga mengalami pergeseran waktu. Konsumsi cenderung maju lebih awal, yaitu tanggal 8 Desember 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang terjadi pada tanggal 16 Desember 2020," katanya.

Ia mengatakan konsumsi avtur pada tanggal 8 Desember 2021 naik hingga 119 persen dengan angka 229 kiloliter per hari, diikuti oleh kenaikan pada tanggal 23 Desember 2021 sebesar 213 kiloliter per hari dengan persentase 103 persen, dan tanggal 28 Desember 2021 sebesar 217 kiloliter per hari dengan persentase 109 persen.

Menurut dia, persentase tersebut didapat dari pembanding rata-rata harian normal pada bulan Oktober 2021 yang sebesar 104 kiloliter per hari.

"Bandara dengan konsumsi avtur tertinggi adalah Bandara Yogyakarta International Airport Kulonprogo yang mengalami kenaikan 48 persen, Bandara Ahmad Yani Semarang yang naik 47 persen, dan diikuti oleh Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, yang naik 42 persen," kata Brasto.


Baca juga: Direksi Patra Niaga pantau fasilitas pelayanan bahan bakar minyak
Baca juga: Pertamina prediksi konsumsi BBM di Jatimbalinus naik empat persen
Baca juga: Konsumsi BBM di tol pada libur Natal dan Tahun Baru naik 20 persen
Baca juga: BPH Migas antisipasi puncak konsumsi BBM Natal-Tahun Baru

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel