Pertamina sebut digitalisasi SPBU antisipasi stok BBM kosong

Risbiani Fardaniah

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid mengatakan program digitalisasi SPBU dengan pemasangan Automatic Tank Gauge (ATG) di setiap tangki pendam dapat mengantisipasi stok BBM kosong secara langsung karena terpantau secara otomatis oleh SPBU maupun Terminal BBM Pertamina.

"Jika stok mencapai batas minimum, langsung terkomunikasikan secara otomatis ke ATG yang ada di Terminal BBM," katanya melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu.

Selain itu dengan perangkat ATG tersebut, titik serah BBM yang semula di terminal Pertamina bisa digeser ke tangki pendam SPBU. Dengan demikian, lanjut dia, jika terjadi kehilangan selama pengiriman menjadi tanggung jawab Pertamina.

“Ini merupakan upaya Pertamina untuk terus menjalankan proses bisnis dengan lebih akuntabel dan transparan terutama kepada mitra bisnis kami, yaitu SPBU," katanya.

Baca juga: 5.518 SPBU ditargetkan pakai digitalisasi nozzle Juni 2020

Manfaat pemasangan ATG ini diakui oleh Ketua DPD III Hiswana Migas Juan Tarigan sebagai perwakilan pengusaha SPBU. “Ini cita cita kami selaku pemilik SPBU," katanya.

Ia mengatakan program itu membantu pemilik SPBU dalam mengontrol bisnis mereka ke depan.

Pemasangan ATG merupakan bagian dari program digitalisasi SPBU. Pertamina berencana memasang 24.000 ATG di 5.518 SPBU. Hingga saat ini sekitar 75 persen dari semua SPBU telah selesai dipasangi ATG.

“Melalui program ini konsumen dapat terlayani dengan lebih baik lagi, baik dari sisi ketepatan liter maupun juga kualitas produk," tutup Mas’ud.

Baca juga: Digitalisasi SPBU Pertamina capai 80 persen, bakal rampung tahun ini