Pertamina Targetkan Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen, Ini Caranya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) secara bertahap akan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 30 persen. Ditargetkan penurunan tersebut bisa tercapai pada 2030.

"Dalam sisi lingkungan, Grup Pertamina sudah menargetkan penurunan 30 persen emisi tahun 2030," kata Direktur PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam acara webinar Indonesian Petroleum Association (IPA), Rabu (1/9/2021).

Nicke pun memberikan perintah agar seluruh aktivitas bisnis Pertamina termasuk di hulu harus bisa berkontribusi untuk mencapai target 2030. Diantaranya dengan memperkuat sistem pengelolaan limbah untuk mencegah kerusakan lingkungan.

"Kita harus memproteksi limbah kita sebelum dikeluarkan ke lingkungan," ungkapnya.

Upaya lainnya, Pertamina juga telah melakukan efisiensi dalam penggunaan energi. "Dan kami mengoptimalisasikan di seluruh area pekerjaan kita," tekannya.

Terakhir, Pertamina terus melakukan adopsi teknologi dalam proses produksi untuk menurunkan emisi karbon. "Dan juga untuk bisa mempercepat produksi kami," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertamina Setor Rp 110,6 Triliun ke Negara di Semester I 2021

Maskot Asian Games  2018, Atung terpampang di video mapping atau layar bergerak di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Kamis (5/7). Paduan warna dan ukuran raksasa diharapkan menjadi ikon yang memancarkan energi bagi masyarakat. (Liputan6.com/Arya Manggala)
Maskot Asian Games 2018, Atung terpampang di video mapping atau layar bergerak di Gedung Utama Pertamina, Jakarta, Kamis (5/7). Paduan warna dan ukuran raksasa diharapkan menjadi ikon yang memancarkan energi bagi masyarakat. (Liputan6.com/Arya Manggala)

PT Pertamina (Persero) mampu meningkatkan kontribusi melalui setoran pada penerimaan negara dengan total mencapai Rp 110,6 Triliun pada semester I tahun 2021.

Dimana Rp 70,7 Triliun di antaranya adalah dari pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan dividen, yang nilainya naik hampir 10 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan sisanya atau Rp 39,9 Triliun adalah pembayaran Pertamina kepada Negara melalui Minyak Mentah dan Kondesat Bagian Negara (MMKBN).

Angka ini merupakan nilai kontribusi Pertamina dalam waktu 6 bulan terakhir, sedangkan sebelumnya Pertamina pun telah menyetorkan hampir Rp 200 triliun sepanjang tahun 2020.

Kontribusi kepada keuangan negara ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiringdengan peningkatan produktivitas Pertamina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel