Pertamina tuntaskan penugasan BBM Satu Harga di 76 titik wilayah 3T

·Bacaan 2 menit

PT Pertamina (Persero) menuntaskan tugas pemerintah dalam mengoperasikan 76 titik lembaga penyaluran BBM Satu Harga di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia pada tahun ini.

"Pada November ini, seluruh lembaga penyalur yang menjadi target perusahaan telah direalisasikan. Kami optimis hingga akhir tahun masih bisa menambah beberapa titik lagi di atas target," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Fajriyah mengungkapkan pembangunan BBM Satu Harga bagian dari komitmen Pertamina mewujudkan keadilan energi serta ketahanan energi di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.


Menurutnya, penuntasan 76 titik baru itu menambah capaian penyaluran BBM Satu Harga yang dilakukan oleh Pertamina. Sejak digulir pada 2017 lalu, BBM Satu Harga saat ini telah menjangkau 318 titik di wilayah 3T.

Pertamina mencatat untuk Pulau Sumatera ada 53 titik, Jawa dan Bali lima titik, Nusa Tenggara 55 titik, Kalimantan 67 titik, Sulawesi 31 titik, Maluku 45 titik, dan Papua 63 titik.

Jangkauan BBM Satu Harga selama lima tahun penugasan kini telah memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah yang puluhan tahun membeli bahan bakar dengan harga tinggi.

Berbagai manfaat dirasakan masyarakat terhadap akses energi yang lebih dekat, di antaranya anak sekolah dapat belajar di malam hari dan ekonomi mulai tumbuh karena harga BBM tidak lagi semahal sebelumnya.

Hal tersebut dirasakan masyarakat di Teluk Tomini yang telah merdeka energi setelah Pertamina membangun BBM Satu Harga di Desa Wakai, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, sebuah kabupaten kepulauan yang terletak di tengah-tengah Teluk Tomini. Sebelumnya, nelayan di wilayah ini mengalami kesulitan BBM. Namun, kini mereka bisa bebas melaut di Teluk Tomini dan tidak kesulitan lagi mendapatkan BBM.

BBM Satu Harga juga telah mendukung sektor pariwisata yang menjadi unggulan Teluk Tomini.


‘’Dengan hadirnya BBM Satu Harga di daerah kami secara otomatis sangat membantu masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan,’’ ujar Bupati Tojo Una-Una Muhammad Lahay.

Harga BBM di Kepulauan Wakai dan Togean sebelumnya dibeli masyarakat nelayan dengan harga bervariatif. SPBU terdekat berada di daratan Kota Ampana yang berjarak 2-3 jam menggunakan speed boat atau kapal cepat, sehingga mengakibatkan harga BBM di wilayah tersebut sebelumnya rata-rata Rp15.000 per liter.


"Kami akan terus mendukung upaya pemerintah melayani masyarakat yang membutuhkan energi yang lebih mudah, murah dan terjangkau," pungkas Fajriyah.

Baca juga: Menteri ESDM: Butuh 100 SPBU per tahun capai target BBM satu harga
Baca juga: Restrukturisasi Pertamina tingkatkan efisiensi distribusi energi
Baca juga: Wujudkan BBM satu harga, BPH Migas dorong penambahan Pertashop

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel