Pertamina ungkap penyebab produksi migas di bawah target

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi atau Pertamina Internasional EP memproduksi minyak hampir 100 ribu barel per hari (bph).

"Saat ini kita untuk minyak berproduksi hampir sekitar 100 ribu barel per hari," ujar Direktur Utama PT Pertamina Internasional EP John Anis dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Sedangkan produksi gas, kata John, sekitar 155 MMSCFD.

"Hal tersebut lebih rendah dari target kami, mengingat dengan kondisi pandemi COVID-19 terjadi penurunan permintaan minyak dan gas di seluruh dunia. Dengan demikian terjadi kelebihan pasokan," katanya.

Baca juga: Masuk semester II-2020, Pertamina EP catat peningkatan produksi migas

Di hampir semua negara tempat Pertamina Internasional EP beroperasi, kata dia, melakukan pengurangan produksi dalam rangka menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

"Dengan demikian produksi Pertamina Internasional EP sendiri ikut terkurangi, karena adanya kuota dari OPEC di masing-masing negara tempat kami beroperasi," kata John Anis.

Sebetulnya, lanjut dia, potensi produksi lebih dari itu. Namun karena adanya pandemi COVID-19 maka Pertamina Internasional EP menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Baca juga: Harga minyak jatuh, tertekan naiknya produksi Libya dan lonjakan virus

Pertamina Internasional EP beroperasi semaksimal mungkin di luar negeri karena ingin menciptakan value creation dan tentu saja, kata dia, membantu pemerintah dalam memberikan tambahan produksi minyak dan gas dari aset luar negeri, kemudian pengapalan ke kilang domestik, mengurangi ketergantungan impor minyak, memperbaiki neraca pembayaran Indonesia.

Selanjutnya, kata dia, membangun peluang bisnis yang lebih luas, membangun reputasi internasional baik bagi Pertamina maupun Indonesia, membangun keahlian teknis yang lebih luas dan secara internasional, serta meningkatkan jaringan internasional.

Baca juga: Menteri ESDM: RI butuh giant discovery migas, ada 68 potensi cekungan