Pertanian Infus yang Dikembangkan Ridwan Kamil Mulai Dipanen, Dijalankan Petani Milenial

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Upaya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mengembangkan pertanian infus mulai membuahkan hasil. Dalam unggahannya, lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan hasil pertanian infus itu akhirnya akan diekspor.

"EKONOMI BARU GENERASI MUDA JAWA BARAT, 3 bulan lalu, pertanian infus ini dimulai sekarang panen luar biasa dan sebagian ekspor ke Singapura. Air dan pupuk cair diteteskan sesuai jadwal dan diatur via hape dan komputer melalui IOT," tulis Ridwan Kamil, pada 26 Mei 2021.

Bagi Kang Emil, petani milenial perlahan menjadi solusi untuk generasi muda Indonesia di masa depan agar Indonesia mempunyai ketahanan pangan dan kesejahteraan yang menjanjikan. Dalam unggahan Kang Emil itu, tampak seorang petani milenial sedang memegang hasil panen, seperti melon, paprika, labuh.

"Petani Milenial punya semangat : “Tinggal di desa (jauh dari pandemi), rejeki kota dan bisnis mendunia (karena digital & 4.0)," imbuh Ridwan Kamil.

Sebelumnya, Ridwan Kamil sempat menjelaskan tentang sistem pertanian infus yang merupakan upaya untuk meningkatkan produktivitas dua kali lipat dengan konsumsi air hanya 20 persen dari biasanya. Sistem tersebut pertama diterapkan di Desa Wanaraja, Garut.

Pertanian infus didesain khusus dengan program komputerisasi untuk mengatur pemberian pupuk atau nutrisi. Berbeda dengan pertanian konvensional, Ridwan Kamil mengatakan bahwa pertanian ini tak terpengaruh pada cuaca. Pertanian infus akan dikembangkan di Jawa Barat, ke depan di berbagai daerah di Indonesia.

Warganet Penasaran

Pertanian infus yang dikembangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai panen dan hasilnya diekspor (dok.instagram/@ridwankamil/https://www.instagram.com/p/CPViucRnVLZ/Komarudin)
Pertanian infus yang dikembangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mulai panen dan hasilnya diekspor (dok.instagram/@ridwankamil/https://www.instagram.com/p/CPViucRnVLZ/Komarudin)

Unggahan Ridwan Kamil itu mendapat beragam komentar dari warganet. Mereka tampak antusias dengan pertanian infus yang dikembangkan Kang Emil di Jawa Barat itu.

"Bangga kali aku tuh, jd pengen pulang ke Samosir jadi Petani," tulis seorang warganet. "Hidup petani ... Ayahku sopir, sekarang petani ... Semoga sehat selalu... Dukung petani Jabar ...," komentar follower yang lain.

"Kalau mau jadi petani milenial gimana caranya pak," tanya pengikut akun Instagram Ridwan Kamil. "Alhamdulilah. Bangga mengagumkan," tulis warganet lainnya.

Infografis Hari Tani Nasional

jumlah petani indonesia turun sejak tiga tahun terakhir (liputan6/yasni)
jumlah petani indonesia turun sejak tiga tahun terakhir (liputan6/yasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel