Pertanian organik Sanggau hasilkan beras sehat "Serumpun Borneo"

Ahmad Buchori

Petani organik di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, sudah mampu menghasilkan beras sehat yang diberi nama "Serumpun Borneo" dari hasil pertanian organik.

"Hari ini kami panen raya perdana di Kabupaten Sanggau, di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Entikong, Sekayam, dan Kembayan, Kabupaten Sanggau dengan luas lahan 77 hektare dengan total estimasi produksi beras sekitar 255 ton," kata Wakil Kepala Perwakilan FAO Indonesia, Ageng Herianto di Sanggau, Kamis.

Pengembangan beras sehat itu, terealisasi berkat kerja sama antara Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Kabupaten Sanggau.

Ia menjelaskan, di Kalbar untuk mempromosikan pertanian organik, khususnya untuk menghasilkan beras sehat ini telah dicanangkan sejak 2016. Dan, panen raya ini adalah produksi beras sehat pertama dengan tidak menggunakan input bahan kimia.

"Panen perdana ini juga diharapkan menjadi pemicu awal penyebaran informasi beras sehat kepada kelompok petani lain untuk menerapkan praktik pertanian organik di wilayah Kalbar, khususnya dan juga di Indonesia umumnya," katanya.

Ia juga menjelaskan, bersama Kementerian Pertanian, FAO meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di Kabupaten Sanggau tentang prinsip dan praktek pertanian organik melalui pelatihan dengan sekolah lapang termasuk proses persiapan untuk memperoleh sertifikasi organik di musim mendatang.

"Di samping itu kami juga menyiapkan fasilitas penggilingan padi yang memenuhi standard pengolahan beras organik termasuk pengemasan dan pelabelan produk untuk
menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.

Sebelum program ini dilaksanakan, sebagian besar petani dan kelompok mereka serta agen penyuluh belum memiliki kapasitas teknis yang memadai untuk menghasilkan produk pertanian organik, dan hanya terdapat satu lembaga sertifikasi organik di
Kalbar.

“Program padi atau beras sehat ini sejalan dengan program pemerintah menuju peningkatan ekspor beras khusus yang menjadi salah satu program strategis Kementan saat ini," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati menambahkan, berbarengan panen pertama ini akan diluncurkan beras sehat Sanggau dengan label “Serumpun Borneo”.

"Nama tersebut lahir dari kesepakatan para penerima manfaat untuk menggambarkan keanekaragaman budaya pertanian di tanah Borneo, namun hidup di tanah yang sama. Disamping itu, untuk segmentasi pasar lainnya, pemerintah kabupaten Sanggau meluncurkan produk beras sehat pangan humanis," katanya.

Menurut dia, panen raya itu akan menjadi fondasi penguatan kapasitas petani dan kelompoknya serta penyuluh untuk mengembangkan dan meningkatan produk beras organik pada lahan percontohan yang dikelola mereka sehingga mendapat sertifikat beras organik pada musim tanam berikutnya.

"Peluncuran beras sahat ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran konsumen tentang perbedaan antara beras sehat dan beras non organik yang umum dikonsumsi," katanya.

Baca juga: FAO-Kementan gandeng petani perbatasan Kalbar produksi beras sehat

Baca juga: Potensi nilai ekspor komoditas beras organik capai Rp.3 miliar/tahun