Pertarungan Politik DPRD Bontang Semakin Ketat

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Udin Dohang

TRIBUNNEWS.COM, BONTANG - Para politisi di Kota Bontang yang berniat mengadu peruntungan pada Pemilihan Legislatif April 2014 mendatang, harus siap bekerja ekstra. Pasalnya pertarungan untuk menjadi wakil rakyat di Bontang semakin ketat dibanding Pileg 2009 lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bontang, Baidlowi saat ditemui Tribun Kaltim (Tribunnews Network) di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2013) mengatakan, jumlah Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) di Bontang pada Pileg 2014 dipastikan bakal meningkat drastis hingga kisaran 2.500 sampai 3.000 suara, dari BPP Pileg 2009 yang hanya berkisar 1.500 suara.

"Makanya pertarungan menuju kursi Legislatif pada Pemilu 2014 nanti bakal lebih berat dibanding Pileg sebelumnya," ujar Baidlowi.

Dijelaskan, peningkatan jumlah BPP hingga 100 persen terjadi lantaran pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup tinggi, tidak dibarengi dengan penambahan kursi DPRD. Dengan jumlah penduduk terakhir sebanyak 193.266 jiwa, atau kurang dari 200.000 jiwa, kuota kursi DPRD tetap bertahan sebanyak 25 kursi.

"Selama kurun 2009 sampai 2012 akhir jumlah penduduk Bontang bertambah sekitar 17 ribu jiwa, artinya jumlah pemilih yang menjadi dasar perhitungan BPP juga bertambah, tapi kursi yang diperebutkan tetap, makanya BPP otomatis meningkat drastis," katanya.

Selain peningkatan BPP, turunnya jumlah partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014 menjadi 10 parpol, berdampak signifikan pada perebutan kursi DPRD. Karena dengan demikian, hampir bisa dipastikan tidak akan adalagi suara dari partai gurem yang suaranya terbuang sia-sia atau hangus lantaran tidak mencapai BPP.

"Nanti mayoritas caleg yang terpilih suaranya mesti mencapai BPP, walaupun suara itu akumulatif di internal partai mereka. Sulit mengharapkan ada calon jadi karena berharap unggul dari kelebihan BPP," jelasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.