Pertemuan ketiga Sherpa G20 dorong penemuan solusi permasalahan global

Pertemuan ketiga Sherpa G20 di Yogyakarta telah selesai dengan negara-negara anggota G20 bersepakat untuk mencari solusi bagi berbagai permasalahan global.

Pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas rancangan Deklarasi Pemimpin G20 (Leaders’ Declaration) ini berjalan dengan lancar.

“Dalam pertemuan ini, kami dapat melihat komitmen bersama negara G20 untuk tetap satu, dengan menawarkan solusi bagi permasalahan global yang terjadi dewasa ini," kata Co-Sherpa Edi Prio Pambudi dalam keterangan resmi, Kamis.

Krisis energi, kelangkaan dan kenaikan harga pangan, inflasi, hingga keberlanjutan pemulihan dari COVID-19 merupakan isu yang tidak hanya dihadapi negara-negara G20, tapi juga negara berkembang dan negara rentan. "Para Sherpa menunjukkan komitmen nyata untuk menguatkan kredibilitas G20 bagi masyarakat global”, imbuhnya.


Baca juga: Menko Airlangga perkenalkan Sherpa G20 pada kearifan budaya Indonesia

Pembahasan Leaders' Declaration dimulai dari materi yang relatif mudah diterima oleh semua negara, diikuti dengan pertemuan bilateral dengan beberapa negara kunci agar kesepakatan dapat tercapai.

Pembahasan teknis leaders' declaration akan dilakukan pada Oktober 2022, sebelum difinalisasi pada pertemuan keempat Sherpa G20 di Bali pada November 2022, menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Baca juga: Sherpa G20 di Yogyakarta bakal putuskan substansi leaders' declaration

Rancangan deklarasi berisi tiga isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi, serta isu global yang mendesak dibahas berupa ketahanan pangan.

"Pertemuan juga meng-endorse concrete deliverables. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Presidensi G20 Indonesia dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia serta meningkatkan peran dan profil Indonesia pada forum G20, maka Presidensi G20 Indonesia mengenalkan pendekatan baru dalam menghasilkan concrete deliverables, yaitu proyek, program, atau inisiatif sebagai manfaat nyata dan bentuk konkret," katanya.