Petrokimia Gresik Dorong Petani Swasembada Pangan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Petrokimia Gresik mendorong petani Kabupaten Gresik berperan dalam swasembada pangan, dengan menggelar Demonstration Plot (Demplot) dampak baik berkelanjutan (Dambaan) menggunakan pupuk Phonska OCA.

Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menjelaskan, Petrokimia Gresik melalui program Demplot Dambaan ini ingin memberikan dampak baik berkelanjutan bagi pertanian di Kabupaten Gresik, yang merupakan tempat perusahaan.

“Gresik selama ini dikenal sebagai kota industri, tapi peranan sektor pertanian dalam pencapaian swasembada pangan juga cukup besar. Demplot ini merupakan dukungan Petrokimia Gresik agar sumbangsih pertanian di Gresik untuk ketahanan pangan nasional semakin optimal," kata Digna, di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini Kabupaten Gresik memiliki 64 hektar (ha) lahan tanaman padi. Sedangkan, produksi beras yang dihasilkan mencapai 264 ribu ton per tahun. Produktivitas ini membuktikan bahwa Kabupaten Gresik masih tetap berpotensi sebagai wilayah agraris.

Digna menambahkan, semua potensi pertanian saat ini harus dioptimalkan, termasuk di Gresik, mengingat peranan pertanian krusial di masa pandemi Covid-19 ini. Pertanian menjadi tonggak pengaman di tengah wabah karena masyarakat membutuhkan pangan yang sehat sebagai kebutuhan dasar.

“Peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan menjadi semakin penting dan strategis di tengah pandemi Covid-19," tuturnya.

Demplot Dambaan digelar di 21 titik yang berada di 15 kecamatan di Kabupaten Gresik. Yaitu Kebomas, Cerme, Benjeng, Wringinanom, Menganti, Kedamean, Manyar, Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah, Panceng, Dukun, Duduksampeyan, Driyorejo, dan Balongpanggang.

Total luas lahan demplot mencapai 10,5 ha, dimana masing-masing titik seluas 0,5 ha. Demplot ini melibatkan 20 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), 21 Kelompok Pertanian (Poktan), serta didampingi Perwira dan Staf Teritorial dari 15 Koramil dan 21 Babinsa.

“Dalam hal ini, Petrokimia Gresik memberikan bantuan berupa benih, serta pendampingan teknologi pemupukan dan kawalan pestisida,” papar Digna.

Pemupukan Berimbang

Petani memupuk tanaman padi di Karawang, Jawa Barat, Senin (4/7). Untuk mencapai target swasembada pangan 2016, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 triliun. (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Petani memupuk tanaman padi di Karawang, Jawa Barat, Senin (4/7). Untuk mencapai target swasembada pangan 2016, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 triliun. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Digna menjelaskan, melalui demplot ini, Petrokimia Gresik ingin mengajak petani menerapkan pemupukan berimbang dengan mengombinasikan penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik, sesuai dosis yang dianjurkan agar produktivitas meningkat dan kesuburan lahan pertanian tetap terjaga. Pola pemupukan yang diaplikasikan antara lain NPK Phonska Plus (150 kg/0,5 ha), Petroganik (250 kg/0,5 ha), Urea (100 kg/0,5 ha) dan Phonska OCA 3 liter/0,5 ha.

"Intensifikasi pertanian dan perbaikan kualitas lahan menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan, khususnya di Gresik yang juga dikenal sebagai kota satelit ini," paparnya.

Selain itu, melalui demplot ini, Petrokimia Gresik juga ingin memperkenalkan langsung pupuk organik cair Phonska Oca kepada petani Gresik untuk pertama kalinya. Aplikasinya sebanyak 3 liter per 0,5 ha dengan cara disemprotkan. Phonska Oca merupakan produk organik yang produksinya 100 persen menggunakan bahan baku dalam negeri.

"Phonska Oca merupakan komplementer atau tambahan untuk melengkapi konsep pemupukan berimbang dengan peningkatan hasil mencapai 10 hingga 60 persen bergantung pada jenis komoditas. Phonska Oca bukan pupuk yang diaplikasikan secara mandiri," jelas Digna.

Digna mengungkapkan, Petrokimia Gresik tahun ini tengah menjalankan program Agro Solution yang diinisasi oleh Pupuk Indonesia. Yakni program pendampingan pertanian intensif sebagai solusi atas berbagai kendala yang dialami petani dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dalam program ini, kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder memberikan pendampingan intensif kepada petani, jaminan agro input berkualitas baik dari segi pasokan, mutu dan harga pupuk serta pestisida. Serta memfasilitasi pemasaran hasil panen untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini juga menjadi upaya pemulihan perekonomian nasional di tengah wabah Covid-19,” tandasnya.