Pertolongan Pertama buat Jemaah Haji Alami Kaki Melepuh: Langsung Guyur Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji diminta tidak coba-coba beraktivitas di luar ruangan tanpa alas kaki, baik sandal maupun sepatu. Mengingat cuaca di Madinah, Arab Saudi, cukup panas dengan suhu rata-rata 40-43 derajat celcius.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti, mengimbau jemaah haji Indonesia benar-benar memperhatikan kesehatan dan keselamatannya sekalipun berada di lingkungan Masjid Nabawi. Jika nekat tidak menggunakan sendal atau sepatu, kulit telapak kaki akan menjadi korban. Memang, seolah telapak kaki tidak merasakan apa-apa saat berjalan tanpa alas, tetapi sesudahnya justru membahayakan kesehatan.

"Kita tahu lantai Nabawi berbeda dengan Masjidil Haram, di luarnya panas. ZJadi kasus kaki melepuh banyak di Madinah," kata dr Enny di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Senin ,(6/6).

Kasus telapak kaki melepuh biasanya terjadi karena jemaah memaksakan kembali ke hotel setelah pasrah sandal dan sepatunya tidak ketemu seusai salat arbain di Masjid Nabawi. Padahal sandal ada, hanya saja lupa diletakkan di mana.

Enny mengimbau, jemaah yang tidak menemukan sandal dan sepatunya saat keluar Masjid Nabawi bisa mendatangi posko petugas. Di sana, tersedia sandal pengganti yang bisa dipakai jemaah.

Namun jika sudah terlanjur dan durasi berjalan tanpa alas kaki belum terlalu lama, jemaah bisa menyiramkan dengan air. Tujuannya agar kaki tidak melepuh.

"Guyur saja pakai air, kemudian bisa pakai pelembab untuk kaki," sambungnya.

Simpan Sandal di Plastik

Enny berharap jemaah selalu membawa plastik untuk menyimpan sandal mereka di tas selama beribadah di Masjid Nabawi.

"Karena kalau sudah melepuh, jemaah otomatis susah jalan dan ini lebih berisiko pada pasien diabet karena saat mereka jalan tanpa alas kaki itu tidak merasakan sakit," katanya.

Sampai hari ketiga kedatangan jemaah haji, kata Enny, pihaknya baru menangani satu kasus kaki jemaah melepuh dan sudah boleh pulang. Tiga lainnya pasien dengan berbagai diagnosis berbeda-beda. Dengan status, dua orang dirawat, dua rawat jalan.

Sebelumnya, Kasie Perlindungan Jemaah Haji (Linjam), Harun Al Rasyid menyebut ada lima posko petugas PPIH yang tersebar di kompleks Masjid Nabawi. Lima pos diisi petugas Linjam dan Kesehatan.

Empat pos terletak di pintu-pintu gerbang seperti posko utama di pintu 332, pintu 328 pos dua, pintu 306 pos ketiga, pintu 358 pos , pos raudhah. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel