Pertumbuhan Deposito Bank Melambat Jadi Bukti Pemulihan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemulihan ekonomi nasional menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Tercermin dari pertumbuhan deposito perbankan beberapa bulan ini mengalami perlambatan yakni hanya 2,9 persen. Sedangkan pertumbuhan giro mengalami peningkatan menjadi 16,5 persen.

"Kita lihat beberapa bulan terkahir, pertumbuhan deposito melambat (sedangkan) giro tinggi. Deposito tumbuh 2,9 persen sementara giro 16,5 persen," kata Purbaya dalam Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional - Temu Stakeholders di Bali, Jumat (9/4).

Artinya, lanjut Purbaya, hal menunjukkan sebagian besar masyarakat sudah mulai mengalihkan dana dari deposito ke giro. Pemindahan dana ini diperkuat karena masyarakat sudah mulai berbelanja atau melakukan ekspansi bisnisnya.

"Sebagian besar masyarakat kita sudah mengalihkan uangnya dari deposito ke giro untuk mulai belanja atau ekspansi bisnis," kata dia.

Untuk itu dia memandang perekonomian nasional di masa yang akan datang akan makin membaik. Sebab berbagai kebijakan yang dibuat sudah mulai membuahkan hasil.

"Ekonomi ke depan akan semakin cerah. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan KSSK dan perbankan sudah berdampak ke perekonomian kita sedikit demi sedikit," kaya dia mengakhiri.

Nilai Penjaminan LPS Masuk yang Tertinggi di Dunia

Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan penjaminan pembiayaan yang diberikan perbankan. Sebab dana masyarakat yang tersimpan di bank sampai Rp 2 miliar telah dijamin 100 persen oleh pemerintah.

"Sebagian dana-dana besar dilindungi LPS. Masyarakat enggak usah khawatir keuangan di perbankan. Uang mereka dijamin 100 persen, kecuali uang di atas Rp 2 miliar," kata Purbaya dalam Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional - Temu Stakeholders di Bali, Jumat (9/4/2021).

Purbaya menjelaskan dana nasabah dengan nilai maksimal Rp 2 miliar telah dijamin LPS. Penjaminan yang diberikan mencapai 35,1 kali PDB kapita nasional.

Dia menjelaskan, penjaminan ini memang tidak dinaikkan ke angka maksimal Rp 5 miliar. Alasannya rata-rata penjaminan yang diberikan LPS berbagai negara hanya 7 kali dari PDB per kapita.

"LPS sudah jauh di atas standar yang dilakukan LPS dunia. Jadi, dari jumlah yang Rp 2 miliar itu sekitar 99,91 persen atau 350.259.222 rekening dilindungi 100 persen oleh LPS," tutur Purbaya.

Meski begitu dia mengakui LPS terlambat dalam menurunkan suku bunga. Sebab sebelumnya pihaknya berpandangan penurunan suku bunga bisa mengganggu transmisi kebijakan moneter.

"Kami tidak akan melakukan hal tersebut lagi, kami insyaf," ungkapnya.

Saat ini suku bunga LPS berada di level 4,25 persen. Angka ini cukup rendah untuk mendukung penurunan bunga pinjaman dan pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi.

"Suku bunga kami sudah 4,25 persen, cukup rendah untuk mendukung penurunan bunga pinjaman dan pertumbuhan ekonomi," kata dia mengakhiri.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: