Pertumbuhan Ekonomi RI Sentuh 3,51 Persen pada Kuartal III 2021, IHSG Melemah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Jumat pagi (5/11/2021). Hal ini setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021.

Mengutip data RTI pada Jumat pagi, 5 November 2021 pukul 09.37 WIB, IHSG turun 0,15 persen ke posisi 6.579. Indeks LQ45 merosot 0,25 persen ke posisi 946,11. Sebagian besar indeks acuan alami koreksi. Sebanyak 237 saham melemah sehingga menekan IHSG. 202 saham menguat dan 184 saham diam di tempat.

Pada perdagangan Jumat pagi, IHSG berada di level tertinggi 6.608,42 dan terendah 6.575,20. Total frekuensi perdagangan 326.357. Total frekuensi perdagangan 332.510 kali dengan volume perdagangan 5,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 2,4 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah dan menguat. Indeks sektor saham IDXenergy turun 0,85 persen, indeks sektor saham IDXbasic merosot 0,47 persen dan IDXproperty melemah 0,45 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXtechno melonjak 0,66 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi menanjak 0,41 persen dan IDXhealth menguat 0,29 persen.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif pada kuartal III 2021 tumbuh positif 3,51 persen secara tahunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 yang sebesar 7,07 persen. Kepala BPS Margo Yuwono menuturkan, jika dihitung secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III lalu tumbuh 1,55 persen. Ia mengatakan, dibandingkan dengan kuartal III 2020 atau secara yoy, perekonomian Indonesia tumbuh 3,51 persen.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga kuartal sepanjang 2021 juga bertumbuh 3,24 persen dibandingkan Januari-September 2020.

“Secara kumulatif dari triwulan I-3 2021, dibandingkan dengan periode sama 2020, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 3,24 persen,” kata Margo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pembukaan IHSG pada Jumat 5 November 2021

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

ebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan Jumat pagi, 5 November 2021. Investor asing melakukan aksi beli saham pada awal sesi perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,22 persen ke posisi 6.600,7. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,28 persen ke posisi 6.604. Indeks LQ45 menanjak 0,23 persen ke posisi 950,06. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.608,42 dan terendah 6.592,28.

Sebanyak 208 saham menguat sehingga angkat IHSG. 168 saham melemah dan 204 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 148.204 kali dengan volume perdagangan 2,3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 105,5 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.351.

Sebagian besar sektor saham menguat dan melemah. Indeks sektor saham IDXtechno menguat 0,85 persen dan IDXtransporasi menanjak 0,90 persen serta catat penguatan terbesar. Kemudian indeks sektor saham IDXsiklikal menguat 0,16 persen, indeks sektor saham IDXfinance menguat 0,10 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel