Pertumbuhan Kredit Perbankan Indonesia Masih Ungguli Negara Lain

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kinerja penyaluran kredit perbankan di Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan negara-negara lain. Meskipun masih lemah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, berdasarkan catatan terakhir, pertumbuhan kredit di Indonesia masih mencapai 0,12 persen secara tahunan.

"Meskipun secara year to date terkontraksi 1,54 persen karena memang kontraksinya mulai dari Maret," tutur Wimboh di Gedung DPR, Kamis, 12 November 2020.

Baca juga: Penjualan Properti Residensial Masih Lemah, Harga Tumbuh Terbatas

Jika dibandingkan negara lain, Wimboh menekankan bahwa capaian kinerja kredit tersebut masih lebih baik. Sebab, negara-negara lain bahkan dikatakannya terkontraksi.

"Singapura terkontraksinya sudah minus 0,3 dan juga di Filipina sudah (minus) 1,7 persen dan di beberapa negara tetangga mengalami kontraksi yang sama," ungkap dia.

Selain itu, Wimboh menekankan, jika dilihat berdasarkan pertumbuhan secara bulanan, kinerja kredit di Indonesia dikatakannya bahkan sudah tumbuh positif, yakni mencapai 0,16 persen.

Ditopang oleh pertumbuhan kredit di bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank pembangunan daerah (BPD). Sementara itu, bank swasta dan asing katanya masih tumbuh negatif.

Kredit pada bank persero hingga September 2020 dikatakan Wimboh sudah mencapai 2,54 persen, tumbuh positif. Selanjutnya, BPD masih konsisten positif selama beberapa bulan terakhir sebesar 5,2 persen.

Adapun untuk bank swasta nasional masih minus 2,61 persen dan bank asing minus 5,2 persen. Karena itu, menurut dia, sumber pertumbuhan saat ini lebih didukung bank persero dan BPD.

"Ditopang oleh kredit bank Himbara, di mana kita sumber pertumbuhan dalam masa-masa begini adalah bank Himbara dan BPD, sedangkan swasta masih kontraksi," ucapnya. (art)