Pertumbuhan Penduduk Kaltim Tertinggi di Indonesia

Balikpapan (ANTARA) - Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Kalimantan Timur mencapai 3,8 persen per tahun atau merupakan angka tertinggi nasional.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Balikpapan, Rabu mengatakan, angka pertumbuhan penduduk Indonesia rata-rata adalah 1,49 persen per tahunnya atau jauh di bawah Kaltim.


Dengan laju pertumbahan sebesar itu, jumlah penduduk Kaltim saat ini mencapai 4 juta jiwa.

Sebagian besar disebabkan oleh migrasi atau perpindahan penduduk.

Pada tahun 2000 silam, jumlah penduduk Kaltim hanya 2,4 juta. Setelah 10 tahun di 2010, naik hingga 3,5 juta. Tahun 2011 sudah menjadi 3,7 juta jiwa.

Tingkat kepadatannya sekarang menjadi 19,02 jiwa per km persegi, papar Gubernur.

Penduduk yang pindah ke Kalimantan Timur berasal dari seluruh Indonesia. Namun terbanyak datang dari Jawa, khususnya Jawa Timur, dan kemudian Sulawesi.

Penarik minat utama orang datang ke Kaltim adalah tersedianya lapangan kerja dan terbukanya banyak peluang usaha.

Karena Kaltim memang menjanjikan, banyak lapangan kerja yang tersedia, mulai dari sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, dan jasa, kata Gubernur Awang.

Dari seluruh daerah di Kaltim, kota Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah yang pertambahan penduduknya tercepat.

Ketiga wilayah itulah yang menjadi tujuan utama migrasi, baru kota-kota dan wilayah lainnya di Kalimantan Timur.

Pada kesempatan yang sama Gubernur juga menyebutkan bahwa sudah saatnya pertumbuhan penduduk tersebut mulai dikontrol.

Jangan sampai pertumbuhan penduduk yang pesat ini membawa ekses negatif karena kita tidak siap atau tidak mengantisipasi, lanjut Gubernur.

Yang dikhawatirkan adalah tingginya pertumbuhan penduduk membawa ekses meningkatnya tren kejahatan karena tidak semua pendatang mendapatkan pekerjaan dan beruntung nasibnya.

Jumlah manusia yang lebih banyak juga menuntut tersedianya pangan yang cukup, perumahan, layanan kesehatan, pendidikan, dan energi yang lebih banyak.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.