Pertumbuhan ritel dan global bond topang kinerja Mandiri Sekuritas

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Mandiri Sekuritas, menyampaikan lini bisnis ritel dan global bond menopang kinerja perusahaan pada kuartal III 2020 di tengah pandemi COVID-19.

"Di masa pandemi ini, lini bisnis ritel dan global bond mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang paling signifikan," ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas Dannif Danusaputro dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Mandiri Sekuritas, jelas dia, memiliki empat lini bisnis utama di pasar modal, yaitu Capital Market Institusi, Retail, Investment Banking, dan Global Bond melalui anak usaha Mandiri Securities Pte Ltd. (Mandiri Securities Singapore).

Baca juga: Mandiri Sekuritas ajak mahasiswa UI investasi di pasar modal

Ia mengemukakan pertumbuhan bisnis layanan ritel didorong oleh meningkatnya partisipasi investor individu di masa pandemi yang didukung oleh kemudahan berinvestasi melalui layanan digital.

Tercatat, jumlah nasabah ritel Mandiri Sekuritas hingga kuartal III 2020 meningkat lebih dari 50 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Nilai transaksi harian nasabah ritel juga meningkat sekitar 70 persen YoY hingga kuartal III 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari segmen global bond, Dannif mengatakan Mandiri Securities Singapore menyelesaikan 12 mandat penerbitan obligasi global dengan nilai penjaminan sebesar 2,1 miliar dolar AS hingga kuartal III 2020, atau meningkat 29,4 persen YoY dari periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Sri Mulyani: Kondisi terburuk akibat pandemi telah Indonesia lewati

"Beberapa penerbitan global bond sepanjang tahun ini antara lain global bond perdana PT Hutama Karya (Persero), global bond PT Pertamina, dan global bond PT Medco Energi Internasional Tbk, dan global bond ROI Sec 6 (USD)," paparnya.

Sementara itu untuk lini bisnis investment banking hingga kuartal III 2020, Mandiri Sekuritas melaksanakan 54 mandat yang terdiri dari 37 penerbitan emisi obligasi dan sukuk korporasi, 1 pencatatan saham perdana (IPO), 3 rights issues, 4 buyback, 1 penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), dan delapan jasa penasihat keuangan (advisory).

Baca juga: Mandiri Sekuritas: IHSG bakal berada level 5.540 pada akhir 2020