Perubahan Besar 2022 Jadi Tantangan Besar Mercedes

Jonathan Noble
·Bacaan 2 menit

Tahun ini, Mercedes difavoritkan kembali menjadi juara dunia karena sebagian besar aturan yang digunakan sama seperti musim lalu, termasuk mesin dan sasis.

Tapi, Wolff tidak ingin jemawa dan ingin timnya terus bekerja keras demi menjaga performa timnya tetal berada di atas yang lainnya.

Terlebih, tahun ini mereka akan dipusingkan dengan pembuatan mobil baru untuk 2022, yang akan mengalami perubahan besar.

Hal yang membuat keadaan semakin sulit adalah adanya batas anggaran untuk membangun mobil baru. Oleh karena itu, Mercedes harus bisa menjaga performa mereka dengan biaya seminim mungkin.

"Bagi kami, ini akan menjadi musim yang menarik, karena kami harus memanajemen diri sendiri dengan cara yang berbeda daripada sebelumnya karena batasan anggaran," kata Wolff kepada Motorsport.com.

"Kami menghadapi tantangan besar dengan regulasi 2021 yang tak banyak alami perubahan, dan akan ada guncangan besar di 2022.

"Ada banyak faktor yang membuat kami semakin termotivasi, karena kami yakin memiliki organisasi yang bagus. Tapi, secara keseluruhan kami mendukung perubahan dan kami selalu melakukannya di masa lalu. Jadi, kami sudah sangat tidak sabar menyambut 2022."

Baca Juga:

Mercedes Ajukan Kontrak Satu Tahun kepada Hamilton Russell Kesampingkan Peluang Gabung Mercedes Wolff Tepis Rumor Mercedes Beri Mesin Berbeda ke Tim Pelanggan

Sementara itu, Mercedes belum juga menemukan kesepakatan dengan Lewis Hamilton. Kabar terbaru mereka tekah mengajukan kontrak berdurasi satu tahun.

Namun, Wolff tak merasa khawatir dengan itu dan mengatakan dirinya akan selalu berkomitmen memberikan yang terbaik untuk Mercedes apa pun yang terjadi.

"Saya nyaman dengan hubungan dengan tim ini, dan saya akan memberikan kontribusi selama mungkin. Ini adalah peran saya," kata Wolff.

"Tapi pada saat yang sama, saya harus memastikan tidak menciptakan hambatan dalam kepemimpinan tim. Itu adalah tanggung jawab saya untuk staf kami, Mercedes dan pemegang saham Mercedes GP.

"Saya juga harus melihat waktu yang tepat untuk menyerahkan tongkat estafet kepada seseorang yang lebih baik daripada saya."

Hambatan Wolff untuk bertahan di Mercedes karena kehadiran INEOS sebagai pemilik saham baru, dengan perombakan kepemilikan tim. Saat ini, saham tim dibagi tiga antara induk Mercedes, Daimler, INEOS dan Wolff.

"Hubungan saya dengan Ola Kallenius (CEO Daimler), Daimler dan para petinggi perusahaan, serta orang-orang yang bekerja di pabrikan Jerman, sangat baik. Kami perusahan ini kami miliki bersama.

"Melihat masa depan tak semudah seperti memperpanjang kontrak, karena itu tentang hubungan dengan pemilik saham di masa depan. Jadi, itu membutuhkan waktu.

"Dalam setiap struktur atau bisnis perusahaan lainnya, tidak setiap hari Anda dapat menemukan solusi untuk setiap pertanyaan seputar tata kelola dan kepemilikan saham di masa depan. Jadi, ini adalah hal yang normal."