Perubahan Positif yang Terjadi dalam Hidupku saat Memelihara Kucing

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Ratna Heryani

Hidupku mungkin tidak semenarik dan cukup sederhana dibandingkan orang di luar sana. Rutinitas yang terjadi setiap hari hanya ngantor dan pulang ke rumah, begitu saja beberapa tahun ini. Ditambah dengan adanya pandemi, praktis kegiatan yang awalnya di kantor berubah total hanya di rumah saja setiap harinya. Kondisi seperti ini sangat berpotensi untuk mengalami stres atau mengganggu kesehatan mental. Rutinitas monoton dan terbatasnya ruang gerak yang mana hanya berkutat di rumah tanpa ada kegiatan yang bervariasi sangat memungkinkan jiwa menjadi lelah.

Hal ini lah yang beberapa bulan terakhir menimpaku. Rasa bosan dan cepat lelah dengan kegiatan yang ada sehingga tanpa aku sadari diriku yang dulu bisa mengontrol emosi menjadi gampang marah dan terpancing emosi. Karena keadaan semakin memburuk dan berdampak kepada pekerjaan, maka aku akhirnya mencoba untuk melakukan konseling dengan seorang psikolog.

Awalnya niat untuk konseling adalah sekadar untuk mencari orang yang bisa diajak cerita atau bertukar pikiran. Dengan dalih mencari orang yang bisa lebih obyektif ketika menceritakan keluhan atau masalah-masalah yang ada. Beberapa kali konseling, perasaan mulai tenang dan akhirnya aku bisa menguasai diri dan egoku. Perjalanan yang tidak mudah dan singkat, namun satu hal yang aku syukuri aku masih mampu untuk berjuang dan tidak menyerah begitu saja dengan hidup.

Memelihara Kucing

Ilustrasi./(dok. Pixabay.com/StockSnap/Putu Elmira)
Ilustrasi./(dok. Pixabay.com/StockSnap/Putu Elmira)

Suatu hari, datang satu ekor kucing ke rumah, yang awalnya malu-malu, lama kelamaan dia merasa nyaman denganku. Setiap hari menjadi rutinitasku untuk memberi makan dia setiap datang ke rumah. Hingga akhirnya dia datang namun tidak seorang diri, di belakangnya tampak 3 ekor kucing kecil-kecil menyertainya. Kaget awalnya, karena sebelumnya tidak pernah memelihara kucing sebanyak itu. Sempat terlintas untuk mengiklankan di media sosial, siapa tahu ada yang berniat untuk mengadopsi. Namun akhirnya aku urungkan niat tersebut dan bertekad untuk memelihara keempat kucing tersebut.

Butuh tanggung jawab dan komitmen ketika kita akan memelihara hewan, kalimat ini yang selalu aku pegang. Akhirnya sampai hari ini mereka masih bersamaku menemani hari-hariku, dan tanpa aku sadari mereka menjadi obat untuk jiwaku. Setiap hari melihat tingkah mereka, hati ini terasa terhibur dan bahagia. Bagaimana mereka sangat lahap makan, dan berlarian kesana kemari, ternyata mampu membuatku tersenyum.

Ya, akhirnya aku menyadari satu hal, untuk bahagia tidak perlu menjadi bos di suatu perusahaan, atau menjabat profesi yang bergengsi, cukup dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi makhluk hidup saja itu sebuah pencapaian yang melebihi julukan Lady Boss. Saat ini aku sudah menjadi lady Boss untuk ‘anak-anakku yaitu Ucil (induk), Bolang, Bocil, dan Unyil. Selalu sehat-sehat ya kalian, Nak.

#ChangeMaker