Perumnas lunasi MTN Rp200 miliar

Adi Lazuardi

Perum Perumnas menyatakan telah melakukan pelunasan pembayaran atas surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) I Tahun 2017 senilai Rp200 milliar.

"Benar, kami melakukan pembayaran MTN Perumnas yang jatuh tempo 28 April 2020 lalu sebesar Rp200 milliar," ujar Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan pembayaran MTN itu sesuai dengan ketentuan dan protokol yang berlaku, di masa tenggat waktu yang diberikan.

Dalam rangka menjaga kinerja perseroan, lanjut dia, beragam strategi dilakukan di tengah pandemi COVID-19, salah satunya melalui pemanfaatan sistem online yang bekerjasama dengan pihak perbankan seperti BTN dan Bank Mandiri.

"Tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan pada institusi keuangan lainnya. Hal ini akan terus kami genjot untuk kestabilan pertumbuhan bisnis kami," ujar Budi.

Secara terpisah, Direktur Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Syafruddin menginformasikan bahwa dana pembayaran pelunasan pokok dan denda MTN I tahun 2017 Perum Perumnas seri A telah efektif di rekening KSEI.

"KSEI akan melakukan distribusi dana pelunasan pokok dan denda atas MTN itu pada 8 Mei 2020. Apabila Partisipan memerlukan rincian perhitungan pembayaran tersebut dapat mengirimkan email ke tk@ksei.co.id," paparnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Perum Perumnas, Muhammad Hanugroho menyampaikan keputusan untuk melunasi MTN itu tak lepas dari upaya perseroan untuk memberikan perhatian khusus untuk menjaga kepercayaan stakeholder, terutama para investor dan konsumen pada Perumnas.

"Kami pun tengah menggodok rencana restrukturisasi keuangan dan operasional secara menyeluruh sebagai bagian komitmen kami kepada investor, perbankan dan stakeholder lainnya," katanya.

Ia menambahkan pihaknya terus berupaya menerapkan prinsip kehati-hatian, terlebih di tengah pandemi COVID 19 yang sedang terjadi.

"Besar harapan kami pandemi COVID-19 ini dapat tertanggulangi dalam waktu dekat, perekonomian dapat berjalan normal kembali sehingga Perumnas sebagai satu-satunya BUMN di sektor perumahan dapat berperan aktif sebagai motor penggerak dalam penyediaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah," ucapnya.

Dipaparkan, Perumnas memiliki 81 proyek aktif di seluruh Indonesia dengan rata-rata pembangunan sekitar 15.000 unit per tahun.