Perundingan Indonesia-EU CEPA tetap berlangsung di tengah pandemi

Ahmad Wijaya

Pandemi COVID-19 saat ini tidak menyurutkan semangat Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa untuk mencapai kemajuan dalam perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA).

Putaran perundingan ke-10 seyogyanya dilakukan bulan Maret 2020, namun tertunda akibat pembatasan sosial yang dilaksanakan kedua pihak. Pada 15-26 Juni 2020, kedua delegasi akhirnya sepakat bertemu melalui daring, melaksanakan intersesi.

“Delegasi Indonesia menyambut baik pertemuan intersesi secara daring yang telah berjalan dalam 10 hari terakhir. Ini membuktikan walaupun dipenuhi keterbatasan karena pandemi COVID-19, delegasi Indonesia dan Uni Eropa tetap berkomitmen tinggi untuk membuat kemajuan atas berbagai isu runding dalam perundingan IEU-CEPA,” kata Iman Pambagyo, selaku Ketua Tim Runding Indonesia lewat keterangannya diterima di Jakarta, Jumat.

Terdapat 16 working groups (WGs) yang bertemu dalam intersesi ini, antara lain perdagangan barang, ketentuan asal barang, bea cukai dan fasilitasi perdagangan, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, energi dan bahan baku, kompetisi, pengadaan pemerintah, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, penyelesaian sengketa, serta ketentuan institusional perjanjian.

Perundingan IEU-CEPA merupakan perundingan bilateral terbesar yang dimiliki Pemerintah Indonesia saat ini dan ditargetkan untuk dapat diselesaikan secepatnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama memitigasi dampak COVID-19, mempercepat proses reformasi nasional, dan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih baik dalam rantai nilai global (global value chain).

Persetujuan IEU-CEPA diproyeksikan akan meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di kawasan yang telah terlebih dahulu memiliki persetujuan dagang dengan EU.

Baca juga: Manfaatkan IA-CEPA, BSN dorong UMKM tembus Australia
Baca juga: Jelang IA-CEPA, RI perlu manfaatkan peluang tarik investasi Australia