Peruri renovasi rumah tidak layak huni di Karawang

M Razi Rahman
·Bacaan 2 menit

Perum Percetakan Uang RI (Peruri) meresmikan hasil renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu, guna membantu masyarakat menempati tempat tinggal yang layak, sehat dan aman.

"Sejatinya perbaikan Rutilahu tidak semata-mata untuk membangun rumah yang kokoh dan layak ditinggali, namun banyak hal penting yang dapat dilakukan di dalam rumah, di antaranya sebagai tempat edukasi utama bagi orang tua dan anak. Keberadaan rumah yang layak huni diharapkan mampu mendorong derajat kesehatan serta mendongkrak ekonomi penghuninya," kata Noneng dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Peresmian dan penyerahan Rutilahu itu dihadiri Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Komandan Kodim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo, Kepala Divisi Pengamanan dan HSE Peruri Noneng Suangsih dan Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa.
Baca juga: BP Tapera kombinasikan simpanan dan investasi kelola dana peserta

Ia memaparkan, renovasi Rutilahu memakan waktu kurang lebih satu bulan dan kegiatan itu merupakan perbaikan Rutilahu ketujuh yang dilakukan Peruri selama tahun 2021.

Program perbaikan Rutilahu yang dilakukan BUMN itu selaras dengan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Pasalnya, masih banyak warga yang menghadapi masalah ekonomi berkepanjangan dan pendapatan masyarakat yang masih rendah sehingga mereka mencari tempat tinggal atau membangun dengan kemampuan seadanya yang menyebabkan tumbuh dan berkembang rumah-rumah tidak layak huni.
Baca juga: Pengembang properti diminta bantu pemulihan ekonomi nasional

Sebelumnya, Peruri telah melakukan peninjauan untuk menilai Rutilahu yang akan diperbaiki dengan memperhatikan beberapa kriteria.

Kriteria itu diantaranya rumah yang dibangun tidak sesuai standar dengan konstruksi bangunan yang baik, pencahayaan alami kurang, sirkulasi udara tidak baik, kelembaban ruangan tinggi, air bersih belum/tidak memenuhi standar dan sanitasi yang buruk.

Perusahaan berharap program perbaikan Rutilahu Peruri itu benar-benar tepat sasaran dan dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Perlu ubah "delivery system" dalam program perumahan bagi rakyat
Baca juga: Rapat di DPR, Kementerian PUPR jelaskan pengalihan dana ke BP Tapera