Perusahaan agribisnis targetkan kemitraan 1.000 ha padi di luar Jawa

Perusahaan agribisnis PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) menargetkan pada 2023 melakukan kemitraan dengan petani padi di luar Jawa meliputi Medan, Kuala Tanjung (Sumatera Utara) dan Palembang (Sumatera Selatan) dengan total luas areal 1.000 hektare (ha).

Rice Business Head WPI Saronto mengatakan melalui program kemitraan tersebut pihaknya akan memberi pendampingan dalam teknik penanaman yang tepat, pengaplikasian sarana produksi pertanian, dan teknik pemanenan yang baik.

“Kami ingin menunjukkan ke petani dengan pengelolaan lahan yang baik, mereka akan memperoleh hasil yang lebih tinggi,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Program kerja sama tersebut dilakukan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) agar ada tanggung jawab yang jelas. Perusahaan akan mensurvei calon mitra untuk memastikan kondisi lahan, seperti bebas banjir dan hama maupun penyakit.

Dikatakannya, saat ini perusahaan telah menjalin kemitraan dengan kelompok tani di Ngawi dengan lahan garapan seluas 1.000 ha dan di Mojokerto 500 ha.

Baca juga: Program kemitraan tingkatkan produksi pertanian di Jember

Dengan teknik budi daya sesuai pendampingan, lanjutnya, petani memperoleh peningkatan rata-rata sebesar 15 persen. Sedangkan harga beli dari perusahaan saat ini mencapai Rp 5.000-5.200 per kilogram.

Pihaknya memiliki visi berperan aktif ikut membangun dan memajukan pertanian di Indonesia, dengan fokus pada sinergi dan integrasi dalam memberdayakan petani secara berkelanjutan, melalui peningkatan produktivitas hasil panen padi dengan pendekatan teknologi pemupukan yang berimbang, dan menyerap hasil panen petani secara langsung dengan harga yang bersaing.

Sebelumnya pada 26 Juli 2022 lalu, pihaknya melaksanakan panen raya di areal kemitraan PT Wilmar Nabati Indonesia di Desa Sidomakmur Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Program kemitraan tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu upaya mendukung program pemerintah swasembada pangan (beras) dan sejalan dengan arahan Presiden Jokowi bahwa pengembangan benih padi sangat penting guna meningkatkan produksi padi nasional, sehingga Indonesia terhindar dari kemungkinan adanya krisis pangan global.

Baca juga: KTT G7, Presiden Jokowi: Rakyat negara berkembang terancam kelaparan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel