Perusahaan Asuransi AIA Kalah Gugatan di Pengadilan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan asuransi terbesar, AIA kalah gugatan di pengadilan hubungan industrial Serang, Banten. Adalah Vice Presiden AIA Financial Indonesia, Prasodjo Agung yang memenangi perkara tersebut.

Majelis Hakim menghukum AIA Financial, tempat Prasodjo bekerja untuk membayar uang pesangon sesuai Undang-undang, uang pengganti hak dan biaya perkara.

"Saya ibaratkan kasus AIA versus Agung ini seperti David melawan Goliath. Kita mengenal AIA sebagai salah satu corporate besar di dunia. Tetapi, Alhamdulilah kita bisa memenangkan perkara ini,” ujar Prasodjo dalam keterangan persnya yang diterima Tribunnews.com, Minggu(2/9/2012) malam.

Keputusan majelis ini, menurut Prasodjo merupakan cermin independensi majelis hakim dalam menjalankan fungsi penegakan hukum dan hukum di Indonesia masih tegak berdiri dan berpihak pada kebenaran.

"Terimakasih atas support rekan-rekan AIA. Ini adalah kemenangn kita bersama", ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Prasodjo Agung, Eko Novriansyah Putra mengatakan pihaknya puas atas keputusan hakim yang dinilai objektif dalam upayanya menyelesaikan perkara.

"Alhamdulilah, kami bersyukur atas keputusan majelis hakim dengan keputusan hukum menyatakan kami menang dalam gugatan,"katanya.

"Ini kemenangan moral bagi kami. Putusan ini sudah tepat dan sangat adil serta membuktikan bahwa hukum itu masih ada di tengah masyarakat,” tambahnya.

Namun, kata Eko perseteruan AIA Financial dengan karyawan terbaiknya ini belumlah berakhir dengan putusan PHI.

"Karena masih menyisakan masalah perbuatan melawan hukum dan Pidana,” jelas Eko.

Sebagaimana diketahui, gugatan yang dilayangkan Prasodjo Agung terhadap AIA Financial sebagai tergugat, bermula dari tindakan manajemen perusahaan yang secara sepihak telah memutuskan hubungan kerja dengan Prasodjo Agung pada awal Februari 2012 dengan alasan strategi perusahaan.

Padahal Prasodjo Agung yang telah berkarier 14 tahun dengan usia relatif muda, 36 tahun saat ini, merupakan salah satu staff terbaik pada tahun 2000. Dan di tahun 2010 merupakan karyawan critical dan mendapat lisensi sebagai salah satu aset terpenting AIA di masa depan oleh CEO Group AIA Hongkong Mark Wilson.

Meski berat hati, secara profesional Prasodjo Agung akhirnya menerima keputusan PHK sepihak tersebut dengan catatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun anehnya saat menunggu hak-hak yg telah disepakati dan dijanjikan, tiba-tiba AIA justru membatalkan keputusannya dan meminta Agung untuk bekerja kembali, dan jika tidak bisa bekerja kembali, maka dipersilahkan untuk mengundurkan diri.

Mendapat perlakuan seperti itu dan melihat ada indikasi itikad buruk manajemen AIA Financial apalagi sebelumnya terdapat rangkaian tindakan yang mengarah ke pembunuhan karakter, maka Prasodjo Agung meminta tetap dilakukan PHK sebagaimana yang sudah disepakati semula.

Namun lagi-lagi manajemen AIA Financial meminta Prasodjo Agung untuk tetap bekerja seperti biasa, seolah-olah tidak pernah terjadi PHK. Karena tidak ingin haknya dikebiri oleh manajemen AIA Financial, maka ia kemudian menempuh proses perselisihan ini hingga akhirnya bergulir di pengadilan meski Disnaker telah membuat surat anjurkan agar AIA Financial memenuhi hak-hak.

KLIK JUGA:

  • Polri Tampik Kejanggalan Penangkapan Teroris Solo
  • Rosa Enggan Main Mata Bongkar Sederet Kasus Korupsi
  • Aliansi Civil Society Desak Nasionalisasi PT Freeport
  • ICW: Meski Bersih, M Jasin Belum Berani Basmi Korupsi
  • Pengamanan Rosa Akan Didiskusikan dengan KPK
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.