Perusahaan Berbasis Data Lebih Optimistis Hadapi Masa Depan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Data tidak dimungkiri telah berperan penting dalam pertumbuhan sebuah perusahaan, termasuk di Asia Pasifik. Hal itu diungkapkan oleh General Manager and Senior Vice President Tableau JY Pook dalam event virtual Tableau Live Asia Pacific.

Dalam pernyataannya, JY Pook mengatakan perusahaan di Asia Pasifik saat mengincar pertumbuhan. Dan, banyak dari mereka telah menyadari data merupakan kebutuhan yang dapat menggerakan perubahan perusahaan sekaligus mewujudkan peluang di masa depan.

"Karena perusahaan yang membuat keputusan berdasarkan data akan lebih percaya diri dan optimistis," tuturnya. Hal ini turut didukung dengan laporan YouGov yang menyebut perusahaan berbasis data di Asia Pasifik dan Jepang dua kali lebih optimistis, ketimbang perusahaan yang tidak berbasis data.

Menurutnya, berbekal data yang dimiliki, perusahaan dapat bereaksi lebih cepat dan lebih cerdas. Tidak hanya itu, mereka juga dapat berkolaborasi dengan lebih baik.

"Data dapat membuka inovasi dan customer value untuk memberikan pengalaman lebih luas, dan keterlibatan lebih dalam dengan pelanggan. Hal ini mendorong outcome bisnis yang lebih baik," ujar JY Pook menjelaskan.

Namun untuk mulai menjadi perusahaan berbasis data, JY Pook menekankan beberapa hal penting. Salah satunya adalah memikirkan tentang tools yang akan digunakan untuk semua orang sekaligus melihat apakah mereka memahami data yang dimiliki.

Selain itu, perusahaan juga harus mengetahui cara memanfaatkan data yang ada di organisasi. Terakhir, perusahaan harus mengetahui kesulitan dari teknologi yang akan diterapkan di organisasinya.

Dalam hal ini, JY Pook mengatakan perusahaan memerlukan fleksibilitas dan agility dalam teknologi yang dipakainya, sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan.

"Harus dipahami, transformasi data ini bukan proses linier, melainkan sesuatu yang terus berkembang," ucapnya mengakhiri.

Peran Tableau

Ilustrasi data, penyimpanan data. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay
Ilustrasi data, penyimpanan data. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Terkait dengan hal tersebut, President and CEO Tableau Mark Nelson mengatakan Tableau hadir untuk membantu orang melihat dan memahami data, sekaligus melakukan pencarian untuk analytic ubiquity.

"Dari sana, kami juga ingin membantu Anda melihat dan memahami data serta mengintegrasikannya ke dalam setiap alur yang dilakukan setiap hari," tuturnya melanjutkan.

Selain itu, Mark menuturkan, Tableau dapat membantu perusahaan untuk mengintegrasikan sekaligus mengotomatiskan hal-hal yang keluar dari proses tersebut. Dengan demikian, perusahaan dapat memanfaatkan data untuk lebih banyak hal.

"Dan tentu saja, membangun seluruh budaya data ini lebih dari sekadar tools, tapi memiliki budaya untuk mendapatkan jawaban dari data dan segala sesuatu yang berasal dari pengumpulan data di mana saja," ujar Mark menjelaskan.

Mark juga mencatat saat ini telah muncul data fam community yang sangat beragam. Hal ini menunjukkan banyak pihak di luar sana yang memanfaatkan data untuk membantu lebih banyak orang, baik untuk mengatasi pandemi Covid-19 hingga ketidaksetaraan rasial.

(Dam/Isk)