Perusahaan Ini Tugaskan Pekerja Migran Jadi 'Hand Sanitizer', Tuai Kecaman

Liputan6.com, Jakarta Adanya wabah virus corona atau COVID-19 yang menyebar di beberapa belahan dunia membuat sejumlah tempat melakukan pengawasan lebih. Beberapa pusat perbelanjaan hingga pelabuhan atau bandara melakukan cek suhu serta menambah cairan pencuci tangan atau hand sanitizer sebagai salah satu pentuk pencegahan penularan virus corona.

Namun, baru-baru ini di media sosial beredar foto yang memperlihatkan seorang pria berdandan menyerupai dispenser dengan membawa 'hand sanitizer' berkeliling kantor. Foto-foto seorang pria pekerja migran berkostum dispenser hand sanitizer diketahui berada di pelataran sebuah perusahaan minyak di Arab Saudi.

Perlakuan perusahaan tersebut menggunakan seorang pria berkostum hand sanitizer pun menuai banyak kecaman. Pasalnya hal ini dianggap rasis dan melakukan eksploitasi terhadap pekerja. Sejumlah akun Twitter pun memberikan tanggapan atas beredarnya foto pekerja tersebut.

Perusahaan Dianggap Rasis

Kecaman terhadap perusahaan besar Arab Saudi, Aramco pun beredar di media sosial. Salah satunya ialah akun Twitter @Imamofpeace yang mengunggah foto pekerja migran di akun Twitter pada Rabu (11/3/2020). Postingan foto tersebut kembali diunggah oleh para netizen sebanyak lebih dari 13 ribu kali dan mendapat tanda suka lebih dari 17 ribu.

Beredarnya foto sang pekerja di media sosial membuat pihak perusahaan angkat bicara. Dilansir Liputan6.com dari Middle East Eye, Kamis (12/3/2020) pihak perusahaan Aramco mengaku jika pihaknya bermaksud untuk menerapkan pentingnya kebersihan tangan. Namun, setelah mendapat kecaman dari banyak pihak, mereka pun memilih untuk menghentikan beredarnya pekerja yang membawa hand sanitizer dan memilih mengambil langkah lain agar hal tersebut tak terjadi lagi.

Tuai beragam komentar

Foto pekerja migran berkostum dispenser hand sanitizer tersebut pun membuat miris banyak pihak. Tak sedikit pula netizen yang meminta pertanggungjawaban dari perusahan Aramco yang disebut-sebut melakukan eksploitasi dan tindakan rasis kepada karyawan. Meski begitu, tak sedikit pula yang memberikan pembelaan atas foto pria pembawa dispenser hand sanitizer yang beredar di media sosial.

"Tidak seharusnya dibutuhkan seseorang untuk mengedarkannya. Karena hand sanitizer tersebut bisa dengan mudah kamu letakkan di sebuah tempat termasuk meja." tulis akun @vishalpalan.

"Ini sungguh tidak lucu, siapa yang mengusulkan ide ini?" ujar akun @woogiebass.

"Jika ia memang dibayar untuk melakukan hal itu, maka dia bukanlah budak" tulis akun @KartikayKaul.