Perusahaan Korea di Indonesia Terima Mantan TKI

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Haposan Saragih mengatakan, perusahaan Korea Selatan di Indonesia menerima para mantan TKI yang pernah bekerja di negeri ginseng itu.


"800 perusahaan Korea sudah menyatakan kesediaannya untuk menampung ribuan TKI purna yang pernah bekerja di Korea," kata Haposan di Jakarta, Minggu.

Seleksi penerimaan bagi para mantan TKI untuk bekerja di berbagai perusahaan Korsel itu dijadwalkan akan diadakan di kota Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta, katanya.

Data BNP2TKI mencatat pemerintah sejak tahun 2004-2011 telah menempatkan TKI di Korea Selatan sebanyak 30.858 orang dan sekitar 13 ribu TKI di Korea Selatan telah habis masa kontraknya.

Di luar jumlah 13 ribu TKI pelanggar batas izin tinggal (overstayers) itu, katanya, di Indonesia sudah ada ribuan mantan TKI Korea berpeluang mengikuti seleksi di tiga kota itu.

Haposan Saragih mengatakan, untuk tes di Surabaya terdapat sekitar 100 orang direncanakan akan mengikuti proses seleksi mulai dari wawancara (walk in interview) dan tes lainnya yang diadakan oleh Human Resources Development (HRD) Service of Korea.

Di Jakarta, BNP2TKI juga menjadwalkan tes wawancara di Korean Indonesian Training Center (KITC) di Jalan Pengantin Ali, Ciracas, Jakarta Timur.

Seleksi di ketiga kota itu melibatkan kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI).

Sedangkan di Surabaya, katanya, sedikitnya sekitar 10 perusahaan Korea sudah menyatakan kesiapannya untuk merekrut TKI purna pada 19 Oktober mendatang.

Menurut Haposan, BNP2TKI memang sudah lama mengadakan pembicaraan dengan pihak HRD untuk menempatkan kembali TKI purna Korea.

Permintaan itu akhirnya terealisasi pada pertemuan di Bandung, Rabu (5/10), antara pihak HRD Korea dengan para mantan TKI Korea dalam forum ramah tamah anggota jaringan TKI purna Korea.

Dalam pertemuan itu, Direktur Employment Permit System (EPS) Center di Indonesia Park Key Soo juga menyatakan mantan TKI Korsel bisa bekerja di berbagai perusahaan Korsel di Indonesia.

Tujuan dari pertemuan itu, kata Haposan, untuk mendata jumlah kebutuhan tenaga kerja yang ada pada beberapa perusahaan Korea di Indonesia sehingga para TKI Purna Korea tidak sampai putus komunikasi, tetapi bisa tetap terus dibangun hubungan komunikasinya secara baik.

Bagi TKI purna Korea yang sudah habis kontrak kerjanya ke Korea nantinya mendapat tawaran bekerja pada perusahaan Korea di Indonesia dan hal itu merupakan kesempatan yang baik.

Dia menilai, perusahaan Korea membutuhkan karyawan yang sudah terbukti memiliki disiplin tinggi.

TKI purna Korea selain dikenal disiplin tentunya dari segi bahasa Korea sudah sangat siap.

"Budaya kerja di Korea itu terkenal disiplin. Bagi yang terlambat datang kerja akan diberi teguran, peringatan tertulis hingga sanksi administrasi," katanya.

Jadi, menurut Haposan, kurang lebih persyaratan TKI purna Korea yang akan dibantu untuk disalurkan bekerja di beberapa perusahaan Korea di Indonesia, setidaknya sudah paham dengan budaya kerja di Korea.

"Soal pengumuman hasil seleksi ini sepenuhnya ditentukan oleh HRD Korea," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.