Perusahaan Non-Esensial dan Kritikal Tetap WFO, Ini Respons Anies

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sidak pelanggaran protokol kesehatan saat pelaksanaan PPKM Darurat di Ibu Kota terus dilakukan. Sebab, masih banyak pihak yang melanggar, seperti halnya sejumlah perusahaan non-esensial dan kritikal.

"Dan saya minta kepada non-esensial dan kritikal, kalau Anda tetap menugaskan karyawannya bekerja maka Anda termasuk penyumbang penambahan kasus Covid-19 di Jakarta," kata Anies di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut perusahaan non-esensial dan kritikal yang tetap menerapkan kebijakan WFO merupakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus berupaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19 di Jakarta.

"Itu adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tidak bermoral dalam situasi seperti sekarang tunjukkan bahwa kita menjunjung tinggi keselamatan sesama manusia apalagi karyawannya," jelas Anies.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyatakan ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 12.691 orang pada Kamis (15/7/2021).

Jumlah Kasus Aktif

Dari penambahan tersebut total kasus Covid-19 di Jakarta telah mencapai 714.601 pasien.

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 9.525 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 109.276 orang yang masih dirawat atau isolasi," kata Dwi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel