Perusahaan Roket Elon Musk SpaceX akan Kirim Warga Sipil ke Luar Angkasa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penerbangan antariksa Elon Musk, SpaceX, berencana mengirimkan misi luar angkasa dengan awak berasal dari warga sipil untuk pertama kalinya. Rencananya, misi luar angkasa bernama Inspiration4 ini akan diluncurkan pada akhir 2021.

Fokus misi ini adalah amal dan dikomandoi oleh wirausaha bidang teknologi Jared Isaacman.

Dalam pengumuman perusahaan, SpaceX menyebut, pihaknya akan memilih tiga orang warga sipil lain untuk menjadi awak Crew Dragon, menemani Jared Isaacman.

Mengutip The Verge, Selasa (2/2/2021), Isaacman merupakan seorang pilot terlatih sekaligus CEO perusahaan teknologi Shift4 Payments. Ia menyebut telah mendonasikan USD 100 juta pada rumah sakit anak-anak St. Jude.

Isaacman bermaksud untuk mengajak banyak orang berdonasi hingga mengumpulkan USD 200 juta bagi rumah sakit anak-anak St. Jude.

Nantinya, tiap orang yang berdonasi minimal USD 10 berkesempatan terpilih menjadi awak dari misi luar angkasa SpaceX ini.

"Tiga orang akan dipilih untuk mewakili pilar misi kepemimpinan, harapan, murah hati, dan kemakmuran. Meski satu orang sudah terpilih, awak kru lengkap baru akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan," kata SpaceX.

Elon Musk pun mengatakan, misi ini merupakan tonggak penting untuk memungkinkan akses ke ruang angkasa bagi semua orang.

Tonggak penting bagi SpaceX

Elon Musk (AFP)
Elon Musk (AFP)

"Ini merupakan bagian dari tujuan SpaceX yang lebih luas untuk menurunkan biaya misi luar angkasa dari waktu ke waktu dan membuat antariksa bisa diakses oleh semua," kata Elon Musk.

Misi bernama Inspiration4 ini akan diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dari situs peluncuran SpaceX39A di Kennedy Space Center milik NASA yang berada di Florida, AS.

Nantinya sebelum terbang, awak kru akan mendapatkan pelatihan khusus dari SpaceX dengan fokus khusus pada mekanika orbital yang beroperasi di gaya berat mikro, gravitasi nol, dan bentuk uji tekanan lainnya.

Empat orang awak akan menghabiskan waktu di kapsul Crew Dragon selama lima hari dengan mengorbit Bumi tiap 90 menit di sepanjang jalur penerbangan yang telah disesuaikan oleh tim.

Jared Isaacman sendiri mengatakan, dalam pelatihan, para awak kru akan saling mengenal sebelum menghabiskan waktu lima hari bersama di kapsul Crew Dragon di antariksa.

Misi SpaceX yang Lainnya

Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX meluncurkan 60 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. (Malcolm Denemark/Florida Today via AP)
Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX meluncurkan 60 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. (Malcolm Denemark/Florida Today via AP)

Anggota awak kru nantinya akan dipilih baik penilaian fisik maupun psikologis. Persyaratan yang diminta antara lain adalah orang dengan tinggi kurang dari 1,9 meter dan berat kurang dari 113Kg.

Jika nantinya misi ini tertunda hingga 2022, tiap awak kru akan mendapatkan hadiah alternatif masing-masing USD 150.000.

SpaceX sendiri diketahui telah meluncurkan dua kru ke luar angkasa. Namun anggota kru adalah para astronaut NASA yang sudah terlatih, satu di antaranya berasal dari Jepang.

Misi Inspiration4 ini mmenjadi misi astronot pribadi yang didanai SpaceX. SpaceX juga mengumumkan misi Ax-1 yang rencananya akan diluncurkan juga di akhir 2021.

Berbeda dengan Inspiration4, misi ini menampung empat awak yang masing-masing harus merogoh kantong USD 55 juta untuk melakukan perjalanan delapan hari ke Stasiun Antariksa Internasional.

SpaceX sendiri mengembangkan kapsul Crew Dragon dengan nilai kontrak lebih dari USD 2 miliar di bawah Commercial Crew Program.

(Tin/Isk)